12 Oktober 1799 — Pelabuhan Batavia menuju Ujung Genteng
Kapal: De Bloesem
Cuaca: Angin timur laut sedang, langit cerah dengan awan tipis.
Posisi: Laut Jawa bagian utara.
Pukul 06.00 Pagi
Pagi ini De Bloesem meninggalkan pelabuhan Batavia.
Sauh diangkat sebelum matahari sepenuhnya terbit. Pemeriksaan terakhir terhadap muatan telah dilakukan sejak dini hari. Air tawar, bahan makanan, obat-obatan, tali-temali cadangan, perkakas pelayaran, serta beberapa peti yang tidak tercatat dalam daftar muatan umum telah ditempatkan pada tempatnya.
Palka bawah terasa berat oleh banyaknya muatan. Angin dari timur laut bertiup baik dan layar utama dapat dibuka sepenuhnya setelah kami keluar dari perairan pelabuhan.
Batavia perlahan mengecil di belakang kami. Aku berdiri di buritan dan memandang daratan itu untuk beberapa lama. Aku menyimpan peta utama dan catatan tujuan di dalam peti pribadiku.
Perjalanan dimulai hari ini.
Pukul 12.00 Siang
De Bloesem telah memasuki bagian utara Laut Jawa.
Haluan dipertahankan ke arah barat daya menuju Ujung Genteng. Juru mudi melaporkan arus cukup baik dan tidak terdapat perubahan besar pada arah angin.
Beberapa kapal dagang masih terlihat dari kejauhan. Matahari cukup terik, tetapi awan tipis mulai berkumpul di sebelah selatan. Awak mempergunakan waktu siang untuk memeriksa kembali tali-temali dan layar yang digunakan sejak meninggalkan Batavia.
Aku memeriksa peta perjalanan sekali lagi. Ujung Genteng adalah tujuan pertama. Setelah itu, kami akan meninggalkan jalur yang biasa ditempuh kapal-kapal dagang.
Pukul 18.00 Sore
Daratan Jawa mulai sulit terlihat. Senja turun perlahan dan warna langit berubah menjadi merah tua di sebelah barat. Angin masih bertiup dari arah timur laut, meskipun kekuatannya sedikit berkurang. Layar atas diturunkan sebagian untuk menjaga kapal tetap stabil sepanjang malam.
Juru mudi melaporkan bahwa arus membawa kapal sedikit menyimpang dari haluan. Koreksi telah dilakukan. Aku memerintahkan penjagaan malam diperketat.
Tidak ada kejadian lain yang perlu dicatat.
Pukul 23.00 Malam
Malam sangat tenang. Hanya bunyi lambung kapal yang beradu dengan gelombang dan suara tali-temali yang sesekali berderak tertiup angin.
Langit cukup cerah. Bintang-bintang terlihat jelas. Awak yang tidak bertugas telah beristirahat di bawah geladak.
Peta kembali kubuka di kabin. Batavia telah jauh di belakang. Ujung Genteng masih menjadi tujuan kami. Aku tidak tahu apakah semua orang yang meninggalkan Batavia pagi tadi akan kembali melihat pelabuhan itu.
Untuk saat ini, perjalanan masih berjalan sesuai rencana.
15 Oktober 1799 — Perairan Ujung Genteng
Kapal: De Bloesem
Cuaca: Angin darat sejuk, kabut tipis di atas permukaan air.
Posisi: Teluk tersembunyi di sekitar Ujung Genteng.
Pukul 06.00 Pagi
Hari keempat berlayar, pagi ini garis pantai Ujung Genteng mulai terlihat. Kabut masih menggantung rendah di atas air.
Haluan diperlahankan ketika kami memasuki perairan yang lebih dangkal. Gugusan karang terlihat di beberapa tempat dan juru mudi harus bekerja lebih hati-hati agar lambung kapal tidak kandas.
Aku memerintahkan perahu kecil disiapkan. Tidak seorang pun boleh menyalakan lampu yang tidak diperlukan. Kami tidak datang untuk menarik perhatian.
Setelah beberapa hari berada di laut, persediaan air dan makanan diperiksa kembali.
Tidak ada kerusakan berarti pada kapal.
Pukul 12.00 Siang
De Bloesem telah bersandar di sebuah bagian teluk yang terlindung.
Kelompok pendarat segera turun. Kami menuju gudang yang berada di balik hutan, jauh dari jalur yang biasa digunakan penduduk.
Gudang masih dalam keadaan baik. Pintu dibuka. Peti umpan masih berada di tempatnya. Aku memeriksa segelnya sendiri. Tidak terdapat bekas congkel, kerusakan pada kunci, maupun tanda bahwa seseorang telah memasuki tempat itu sejak pemeriksaan terakhir.
Kami memeriksa kembali dinding dan lantai gudang untuk memastikan tidak ada bagian yang rusak atau tanda keberadaan orang lain. Peti kembali ditutup dan gudang dikunci.
Kami tidak boleh tinggal lebih lama daripada yang diperlukan.