Untuk kesekian kalinya, Ensia membuka matanya. Ia menengok jam dan mendengus tipis. Sudah dua jam ia tak mampu jatuh terlelap. Sinar pucat bulan purnama dari balik jendela nampak sudah lelah membantunya tidur. Bunyi mengerik hewan malam tak lagi mengacuhkannya, sibuk sendiri dengan simfoni alamnya.
Ia buka ponselnya. Instagram. Dibukanya akun Pramono. Sekian ratus foto dari berbagai peristiwa terpajang disitu. Ia amati foto pria itu ketika sedang sendirian. Di satu foto, ia tambahkan tanda “suka”, lalu menyimpan foto itu ke dalam akun Instagramnya sendiri.
Lalu tangannya bergerak ke Whatsapp. Agak gemetar jarinya membuka nama pria itu, lalu mengetikkan satu kata: “Hmmm . . . “
“Kok belum tidur, Ens?” ia agak tersentak ketika ternyata jawaban Pramono muncul hanya beberapa detik kemudian.
“Lah, Bapak juga belum tidur,” jawabnya. Ia tambahkan emoji senyum di belakang kalimat itu. Pramono juga membalasnya dengan emoji senyum.
“Lagi mau motret bulan purnama,” jawab Pramono. “Ini lagi bagus-bagusnya di atas sana.”
“Ah ya kah? Bentar, saya mau lihat juga.”
Ia lemparkan bantal dan selimut yang sejak tadi seperti setengah hati mengundang kantuk. Ia pergi ke balkon di luar kamarnya. Pramono betul. Bulan purnama itu, bundar, kuning terang, sudah hadir di langit kelam seolah mempersilakannya menikmati keelokannya. Ensia mengangkat ponselnya, mengatur setting kamera Xiaominya, dan memotret Sang Purnama beberapa kali.
Ia masuk kembali ke kamarnya. Ia kirimkan foto terbagus bulan itu ke Pramono.
“Wowww!” Pramono menulis. Wajahnya pasti terbelalak kagum di sana. “Bagus sekali, Ens! Gimana caranya kamu bisa motret sebagus ini? Kalah dah, saya. Hasil foto saya jelek banget ah parah.”
“Hahaha, bagus kan?” Ensia menjawab. “Gampang kok. Pakai Xiaomi lebih bagus lagi. Tapi asal tau tekniknya bisa kok dengan semua merek. Saya ajari ya?”
“Aha, siap! Tapi ini udah malam, Ens. Lain kali aja ya kamu ke kantor saya lagi terus kamu ajari langsung?”
“Hmmm . . .”
“Tidur gih, Ens. Udah malam. Good night, ya”
Ensia menatap baris kalimat itu. Bibirnya bergerak sedikit seperti sekilas merengut.