HARUSKAH KUAKHIRI KISAH INI

Atis Dee Jay
Chapter #16

16. KEJAR AKU!

Ensia berlari menuruni teras, langsung menuju ke sepeda motornya. Dengan cepat ia mengenakan helmnya, lalu menstarter motornya. Motor melonjak tepat ketika tangan Frater Markel baru menyentuh lengan Ensia. Ensia melarikan motornya keluar dari daerah itu. Frater Markel berteriak sekuat paru-parunya. "Ensiaa!! Kembali!!"

Deru motor menjauh. Punggung Ensia menghilang di balik kelokan. Frater Markel bergegas menaiki sepeda motornya sendiri, mengenakan helm, dan melajukan kendaraan itu mengikuti jalur yang diambil Ensia.

Ensia melesat keluar langsung masuk ke jalan besar. Klakson nyaring menyalak di belakangnya dari sebuah Avanza yang sedang melaju cepat. Hanya beberapa sentimeter lagi bodi Honda itu menyerempet si Avanza. Ensia mengerem dan meliuk sedikit. Sang mobil melesat. Pengemudinya pasti sudah memaki bangsat. Ensia bergerak ke belakangnya. Menunggu momen yang tepat. Ketika mobil melambat karena lalu lintas di depannya, Ensia memutar handel gasnya. Motornya melibas Avanza itu, sebuah Colt pengangkut sayur mayur, dan mendekati sebuah sedan. Kelokan tajam sekitar dua ratusan meter di depan. Ensia sudah sejajar dengan sedan itu ketika dari kelokan muncul sebuah Bison. Sang Bison masih sempat menyalakan kedua lampunya. Mata Ensia terbelalak sedikit, tapi tangannya reflek menambah gas. Sedikit liukan nekad beberapa sentimeter saja di titik benturan dan ia pun selamat dari lubang jarum. Motor Honda kembali garang melibas jalanan. Ensia merasakan jantungnya berdetak keras memompakan mesiu ke otaknya, yang langsung meledak. Ia keraskan gasnya beberapa kali, meraung-raungkan mesinnya. Yaayyy! teriaknya dari balik kaca helmnya.

Sebuah gerakan kecil di kaca spionnya memaksanya memeriksa. Motor Honda sang Frater itu sudah sekitar dua puluh meter di belakangnya. Ia melambat sedikit memasuki jalan berkelok. Ketika jalan kembali lurus, ia meraung melibas iring-iringan tiga sepeda motor kecil. Sang Frater ikut nekad mendahului ketiga motor tadi.

Ensia melawan Frater Markel. Honda CB 300 R berpacu kencang melawan Honda CB 150.

Ensia tersenyum tipis. Ndak ada ceritanya cewek di atas Honda 300 R kalah sama pria di atas Honda 150, batinnya.

Frater Markel menggertakkan rahangnya. Sekilas ia seperti merasakan Tuhan sedang geleng-geleng kepala di langit sana melihat ulahnya. "Kamu ngapain, Markel? Lu gila?!"

Lihat selengkapnya