HARUSKAH KUAKHIRI KISAH INI

Atis Dee Jay
Chapter #17

17. SEBUAH PENGAKUAN

Frater Marsel duduk lunglai di kursinya. Romo Paroki, Romo Albert, menatap dingin di depannya. Pengakuan yang baru didengarnya dari frater muda itu sungguh mengejutkan. Tapi sebagai rohaniwan yang sudah puluhan tahun memimpin beberapa paroki, ia merasa tahu bagaimana harus menanganinya. Kini tatapan matanya dan keheningan yang diciptakannya sedang menghukum frater itu.

 “Sejauh apa kontak fisik Anda dengan wanita itu?”

 “Saya hanya menciumnya di bibir,” ungkap Marsel. “Itu saya lakukan karena sudah kehabisan akal mencegahnya bunuh diri. Dan memang faktanya ia tidak jadi bunuh diri . . . setidaknya pada saat itu.”

 “Tapi apakah Anda lalu bercinta dengannya?”

 Kali ini Frater Marsel terdiam. Agak lama. Sang Pastor kepala langsung paham apa jawaban tak terucap dari Frater Marsel.

Lihat selengkapnya