Blurb
Bagi Lusiana, cinta itu seperti anestesi: menahan rasa sakit dengan cara mati rasa. Tumbuh di keluarga yang menyelesaikan semua masalah dengan keheningan, Lusi menerapkan formula yang sama dalam pernikahannya dengan Gilang. Hasilnya? Rumah tangga mereka sekondusif ruang ICU saat tengah malam—tenang, dingin, dan kaku.
Gilang adalah dokter yang hebat dalam membaca grafik monitor, tetapi buta total dalam membaca kode-kode diam istrinya. Sementara Lusi adalah ahli dalam merawat orang lain, tetapi payah dalam mengobati batinnya sendiri.
Di antara hilir mudik pasien rumah sakit yang ajaib, drama sif malam yang melelahkan, dan kepura-puraan yang mulai kedaluwarsa, Lusi dan Gilang tersadar. Luka yang tidak pernah diucapkan ternyata jauh lebih mematikan daripada penyakit medis apa pun.