Hati yang terkoyak

ismiati wardani
Chapter #2

Bab 2

Seorang suami istri tiduran sambil berpelukan entah apa yang mereka pikirkan, keduanya sibuk oleh pikiran masing-masing. 

"Kenapa gak tidur?" ucap Keanu sambil mengelus kepala Maria.

"Aku kepikiran mbak Adara. Aku merasa bersalah karena aku bukan lagi ngerebut kamu tapi juga posisinya juga. Aku gak nyangka mbak Adara memilih pergi dan cerai darimu. Aku pikir dia akan mengamuk dan mempertahankan rumah tangganya bersamamu. Tapi ia memilih pergi tanpa kata dan itu membuatku merasa bersalah. Tapi aku tak munafik, sedikit hatiku merasa senang karena saat ini aku menjadi satu-satunya istrimu. Aku jahat, kan?" ucap Maria berlinang air mata, ia merasa berdosa sebagai sesama perempuan ia menyakiti perempuan yang lain.

Keanu membalikkan badannya menyamping menatap Maria dan menghapus air matanya. 

"Kau tau apa yang dikatakan Adara sebelum menikah? Dia berkata, ibuku dulu pernah dipoligami tapi ibuku tetap di samping ayah sampai ajal menjemputnya, jika kau berselingkuh di belakangku bahkan berpoligami maka perceraian lah yang menjadi jalannya karena aku bukan ibuku yang bertahan demi cinta aku memilih mundur dengan menyelamatkan hatiku. Itu yang dia katakan."

"Jadi kau tau semua ini akan terjadi dari awal?" tanya Maria.

"Iya aku tau resikonya dan aku tetap menikahimu, itu berarti aku siap kehilangan Adara. Saat aku memperkenalkanmu sebagai istriku, aku syok karena reaksinya yang biasa saja tapi aku merasa lega karena dia tak meminta cerai dariku, tapi itu tak bertahan lama saat ia menyeret kopernya aku begitu ingin menghentikannya tapi aku tak boleh egois dan aku tak bisa menahannya karena aku yang memberi luka dan aku tetap diam di tempat karena aku memilihmu."

"Terima kasih," ucap Maria terharu.

"Dan saat ia mengatakan, aku tunggu di pengadilan. Kata-kata itu bukan umpatan atau kemarahan tapi kata-kata itu begitu menyakitkan. Ku kira aku akan biasa saja bercerai dari Adara tapi aku salah, rasanya sakit dan aku kehilangan. Tapi aku sadar tanpa ku sadari Adara menjadi bagian terpenting dalam hidupku dan aku tak rela kehilangannya."

"Maaf..." ucap Maria sedih karena mendengar perasaan suaminya.

"Tapi sekali lagi aku lebih memilihmu karena aku mencintaimu bukan hanya sakit dan kehilangan ketika aku berpisah darimu tapi aku akan mati tanpamu, aku benar-benar mencintaimu. Aku tak akan membelamu karena disini kita, aku dan kamu memilih egois atas kebahagiaan kita dan menyakiti hati Adara. Jadi kau bukan satu-satunya orang yang merasa bersalah disini, tapi aku juga bahkan aku lebih jahat darimu aku yang memulai dan dengan tak punya hati memperkenalkan dirimu sebagai istriku dan putri kita. "

"Ini lah jalan terbaik untuk kita semua, semoga Adara menemukan kebahagiaan di luar sana orang yang mencintainya."

Maria semakin merapatkan pelukannya pada Keanu. "Terima kasih karena mencintaiku dan memilihku. Tapi aku merasa takut besok bertemu dengan mamamu takut ia tidak menerimaku dan Mutiara."

Lihat selengkapnya