Paginya Adara bangun seperti biasa, ia mandi dan keluar dari kamar mandi mengenakan gaun berwarna kuning dan merias wajahnya dengan dandanan yang terlihat natural. Ia menyisir rambutnya yang bergelombang. Ia menuruni tangga dan betapa terkejutnya ketika sampai di bawah ia melihat Keanu yang memakan sarapannya dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa kemarin.
Dengan marah Adara menghampiri Keanu dan berkacak pinggang. "Kau kenapa kau masih ada di sini?" ucap Adara marah menatap Keanu tajam.
"Duduk lah, tadi bibi sudah menyiapkan nasi goreng kesukaanmu. Dan lagi marah-marah di pagi hari itu tidak baik," ucap Keanu menatap Adara dengan santainya dan melanjutkan makanannya.
"Kau pikir aku marah tanpa alasan? Bukan kah tadi malam aku telah mengusirmu? Lantas mengapa kau masih di sini?" tanya Adara kesal.
"Duduk lah. Makan sarapanmu nanti dingin," Keanu sadar semenjak kemarin mereka banyak terlibat pembicaraan walau pun itu hanya lah pertengkaran seperti hal yang umum pada rumah tangga lainnya. Karena biasanya mereka hanya diam dan bicara seperlunya ketika mereka berdua terlebih di meja makan ketika mereka sarapan bersama di pagi hari.
Walau belum puas karena tidak mendapat jawaban dari Keanu tapi Adara mengalah dan duduk di hadapan Keanu dan mengambil nasi goreng yang masih hangat dan memakannya dengan kesal.
Setelah Keanu menyelesaikan sarapannya ia meminum kopinya, kebiasaannya setiap pagi. Keanu menunggu Adara menyelesaikan sarapannya. Setelah melihat Adara mengelap mulutnya dengan tisu dan meminum air putih. Keanu mulai bicara.
"Kau bertanya kenapa aku masih di sini?"
Adara menatap Keanu dengan tidak suka.
"Kita akan pergi ke Jakarta pagi ini untuk menemui mama."
"Ini hari liburku, dan sudah aku bilang aku akan menemui mama Margaret sendiri setelah hari libur, itu artinya tanpamu," ucap Adara.