Blurb
Rara Nurfitri nggak percaya cinta-baginya, cinta cuma proyek gagal yang sering bikin orang nangis di kafe sambil curhat. Hidupnya aman tanpa drama, sampai semesta ngirimin satu orderan bernama Damar, driver ojol yang datang telat tapi selalu tepat waktu di hatinya. Damar nggak romantis, tapi kata-katanya selalu berhasil ngebongkar teori-teori logis Rara tentang cinta. Antara kopi dingin, printer rusak, dan tumpukan naskah, Rara perlahan sadar, mungkin cinta nggak seburuk itu. Kadang, cinta datang sambil nganter orderan makanan dan bilang pelan, "Kalau nunggu semesta, Mbaknya keburu stres duluan." 💚