Di pameran kerja, Dino langsung menuju lokasi yang sudah ia tandai. Ia merasa mujur, Bankru mengadakan wawancara langsung. Matanya awas menyapu semua tulisan daftar pekerjaan yang tersedia, dan senyumnya merekah melihat jabatan “Internal Auditor” mengisi di salah satu baris. Tapi sesuatu mengganjal hatinya.
“Punya pengalaman di masa depan, apa bisa masukin lamaran dengan status lulusan baru?”
Dino menatap ramainya kerumunan manusia yang berbaris dengan wajah panik, penuh harapan, dan ada juga yang tenang seperti tanpa tujuan. Ia mengusap wajahnya. “Bodo amat! Daftar aja dah.” Ia mencatatkan namanya pada daftar peserta.
Beberapa jam menanti panggilan, Dino dan peserta lainnya menunggu di tempat yang sudah disediakan. Ia mengisi waktu dengan memainkan gim ular di ponsel berlayar monokromnya. Hingga akhirnya namanya pun dipanggil. Dino masuk bilik wawancara dan bertemu dengan dua orang pewawancara yang merupakan staf HR dan Manajer Audit.
“Sebelum lebih jauh, saya mau tanya satu hal. Bapak ini benar seorang lulusan baru dan tanpa pengalaman kerja ya?” tanya Staf HR menatap dingin Dino.
Dino mengangguk yakin.
“Oke, sebenarnya ini untuk yang berpengalaman, Pak. Tapi ya okelah, sudah telanjur dipanggil dan sepertinya tim kami terlewat. Sebelum lebih jauh dan buang-buang waktu Bapak di sini. Saya mau tanya, apa sih Audit itu, Pak?” tanya Staf HR itu lagi.
Dino menatap yakin. “Menurut saya, audit itu suatu rangkaian kegiatan pemeriksaan, untuk memastikan apakah sebuah prosedur yang berjalan sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak. Jika ditemukan hal yang tidak sesuai, maka kita bisa ukur risiko yang dapat terjadi, dan juga apakah yang menjadi penyebab dari hal itu. Apakah memang disebabkan oleh kelalaian atau memang ada celah pada aturannya. Dari penyebabnya itu kita bisa memberikan rekomendasi sebagai tindakan untuk perbaikan ke depan, baik perbaikan untuk prosesnya ataupun untuk aturannya. Menurut saya seperti itu.”
“Jadi, menurut Bapak suatu permasalahan itu dapat terjadi bukan hanya karena faktor kelalaian seseorang, tapi juga karena kesengajaan akibat longgarnya aturan ya?” Manajer Audit memotong.
Dino terus menjawab sesuai dengan jam terbangnya. Hal yang membuat pewawancaranya tertegun, antara kagum dan curiga.
“Pak maaf dia lulusan baru, apa pertanyaannya tidak terlalu dalam?” potong Staf HR menatap Manajer Audit.
Dino melirik Staf HR, mengangguk lalu tersenyum.