Dino adalah anak yang selalu berlari ke sana ke mari, tawanya selalu memenuhi rumah. Usianya empat tahun saat ini dan ia akan mulai menjelajahi dunia pendidikan.
Ia senang sekali dengan dunia game yang ia kenal dari konsol pemberian ayahnya, yang ia panggil dengan Pipo. Tapi bukan hanya bermain, rasa penasarannya cukup tinggi tentang proses pembuatan permainan tersebut.
“Akas kalau game itu bikinnya gimana?” tanya Dino yang sedang duduk di depan komputer pemberian Pipo. Komputer ini baru beberapa kali dinyalakan kembali sejak Pipo tiada. Hanya Akas seorang yang bisa mengoperasikannya.
Pertanyaan yang Dino lontarkan adalah sebuah pertanyaan yang cukup berat untuk Akas yang seorang dosen Algoritma dan Pemrograman. Ia bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan hal yang teknis pada anak kecil yang tak tahu algoritma itu apa, bahkan membaca pun belum bisa.
Mama kini menjadi seorang pedagang dan meneruskan usaha warung yang sudah berjalan sebelumnya. Sekarang ia sedang berada di warung untuk menyusun barang dagangannya sembari berbincang dengan Ajong. Dari tempatnya berdiri terlihat Akas yang sedang memunggunginya, sesekali ia diam mendengarkan percakapan kedua lelaki yang berada di depan komputer tersebut.