Hayalism

Pipo Vernandes
Chapter #32

Generasi Emas

Beberapa waktu berlalu sejak ulang tahunnya, hari demi hari, bulan demi bulan sudah berganti. Dino menjalani hari dalam bayang-bayang Pipo, sering kali sosok ayahnya yang ia lihat pada video mengajaknya berinteraksi dalam kesepiannya. 

Dalam kesunyian kamarnya, berulang kali Dino membaca buku bersampul merah itu. Kepalanya cukup berisik memendam penasaran yang mulai mengganggu kesehariannya. Di tengah kesibukannya menanti pembeli, tanda-tanda tanya seolah berputar dalam pikirannya.  

“Apa iya? Kok bisa? Gimana caranya?” 

Mata kosong sering kali mengambil fokusnya sepihak seolah mencari jawaban, tapi semakin kuat ia mencoba mencernanya, otaknya tak mampu menghancurkan logika pesan Pipo pada buku. 

“Kalau ini benar, satu tahun ini harus ada yang dipersiapkan, tapi dasar pertanyaannya apa ini benar, Nge?” 

“Kalau ternyata benar dan gak ada persiapan rasanya rugi banget. Tapi kalau ternyata gak benar, gak akan rugi juga udah nyiapin sesuatu.” 

“Iya, ada waktu masalahnya. Kalau benar kita ke masa lalu dengan kondisi kosong rasanya gua gak bakal bisa maafin diri gua sendiri, Nge.” 

Dino mengambil secarik kertas dan menatap serius lembar putih itu sembari memegang pulpen. 

Lihat selengkapnya