Kemarin Dino berkunjung ke Kota Goco untuk mengambil dokumentasi dengan kamera pemberian Pipo pada beberapa titik.
Di kamarnya, ia memandangi hasil jepretan pada layar kamera. “Susah banget dapat fokusnya,” pikir Dino. Meski tertulis “Autofocus” di badan kameranya, tapi otomatis pada kamera ini masih sangat terbatas, dan tidak seperti teknologi yang ada pada ponselnya.
Ia juga memandangi foto rumah Ajong dan Akas yang sempat ia abadikan sebelum pulang. Rumah yang menjadi salah satu latar ingatan masa kecilnya.
Dino juga teringat peristiwa ketika ia berada di Danau Goco. Waktu itu ia didatangi dua orang pengamen yang meminta rezeki. Dino mengangguk, menggerakkan kepala dan mengikuti lagu yang dinyanyikan. Setelah lagu itu usai, Dino meminta dibawakan sebuah lagu tua. Para pengamen itu menolak karena mereka belum pernah mendengarkan lagu itu