Hayalism

Pipo Vernandes
Chapter #46

Terus, Lu Mau Apa?

Malam ini pukul sepuluh, Dino sedang membantu Feli menutup rolling door kiosnya lalu gadis itu mengenakan jaket jin kesukaannya dan mengikat rambut. Dino terpaku menatapnya. 

“Rasanya wajar Pipo gak bisa lari dari dia, udah pintar, mandiri, supel. Tapi kenapa beliau mau gua jauh dari dia? Kayaknya gua gak bisa,” batin Dino. 

Feli dan Dino berjalan bersama menuju area parkir kendaraan berdampingan. 

“Mau langsung pulang atau makan dulu?” tanya Dino. 

“Terserah.” 

“Kemarin, kan, langsung pulang, gimana kalau ke Belago?” Dino menutup pintu mobil. 

“Ngapain, Din?” tanya Feli yang juga menutup pintu mobil dan memasang sabuk pengamannya. 

“Makan di sana.” 

“Setiap hari diantar jemput, pulangnya diajak makan. Ya gua pasrah aja kalau dipaksa begitu.” 

Dino menatap datar gadis itu dengan bibir terkatup rapat. 

“Ye malah aneh begitu ngelihatnya. Udah ayo berangkat, nanti kemaleman.” 

Sepanjang perjalanan, tak banyak yang mereka perbincangkan, hanya mata yang banyak berkomunikasi. Radio menjadi orang ketiga di antara mereka bersenandung mengisi kosongnya suara. Seorang penyiar begitu bersemangat mengisi malam ini, ia memutarkan beberapa lagu permintaan pendengar. Termasuk lagu yang Dino tak ingin dengar. 

“Din, Din, jangan!” ucap Feli menahan tangan Dino. 

Dino melanjutkan tangannya dan mematikan radio tersebut. 

Lihat selengkapnya