Ekonomi tak pernah menjadi halangan untuk Dino saat ini, di saat banyak yang mengharapkan uang, ia malah diburu oleh uang itu sendiri. Tak ada karyanya yang tak berhasil, juga bisnis bawah tanahnya pun semakin masif. Ia tak terlihat pada bisnis gelap tersebut, karena tugasnya hanya sebagai penasihat. Meski begitu, Dino menginginkan hal yang intim dan sederhana untuk pernikahannya.
Menjelang hari bahagia, Dino sibuk mengurus pendirian perusahaan distribusi ponsel serta jaringan perbaikan ponsel bermasalah, yang nantinya akan ia serahkan pada JJ sebagai mahar pernikahannya.
JJ awalnya menolak, ia merasa tak mampu untuk memangku jabatan yang ditawarkan. Dua bulan sebelum pernikahan, ia tidak dipusingkan dengan urusan katering atau apa pun yang berhubungan dengan acara sakral mereka, tapi ia sibuk belajar untuk memantaskan diri hingga akhirnya ia menerima tanggung jawab itu—neraca keuangan lebih menyita waktunya dibandingkan memilih deretan menu makanan pesta.
Dino sangat serius dengan rencananya ini, ia menggaet beberapa ahli di bidang tersebut. Tak ada yang dapat menahannya sekarang karena semuanya telah ia pikirkan dengan matang. Ia sangat percaya pada JJ. Etos kerja dan pengalaman yang dimiliki wanita itu dapat memenuhi obsesinya, yang tentunya akan menjadi hal yang baik untuk Dino selanjutnya.
...