Hayalism

Pipo Vernandes
Chapter #57

Persimpangan

Sebuah buku ditutup oleh seorang pria yang baru saja mengkhatamkannya di sebuah kamar hening yang berisikan banyak furnitur mahal. Ia memandangi buku tersebut seraya menempelkan ujung telunjuknya di sampul buku itu. Buku itu bersampul merah dengan tulisan “Dino Hernandes.” 

“Nak, kamu kuliah atau libur lagi?” suara terdengar dari luar kamar. 

“Dino kuliah, Ma,” teriak pria itu. 

“Oke, uang jajan kamu nanti Mama transfer, ya. Mama mungkin pulang dua minggu lagi. Telepon aja kalau butuh sesuatu.” 

Dino keluar kamar menghampiri Mama yang hendak berpamitan padanya. “Hati-hati, Ma!” 

Mama berlalu meninggalkan anaknya yang baru saja berusia dua puluh dua tahun. Semalam, mereka merayakan sebuah acara sederhana berdua, yang Mama upayakan dengan sangat susah payah untuk meluangkan waktunya. Mama tinggal di luar kota, ia meninggalkan Dino dengan seabrek fasilitas mewah untuk menunjang hidup si anak semata wayangnya. Urusan pekerjaannya tak memungkinkannya untuk pulang, Mama adalah seorang pemilik usaha yang merangkap sebagai direktur utama di sebuah perusahaan teknologi, yang memproduksi ponsel. Perusahaan itu telah berdiri sejak dua puluh tiga tahun lalu, sekarang jaringan usahanya sudah merambah internasional. 

Dino tumbuh dengan bermandikan harta, semua kebutuhannya tidak ada satu gram pun yang kurang. Ia tumbuh besar bersama Akas dan Ajong hingga usianya sepuluh tahun, sebelum mereka pergi dari dunia. Meski ia dibesarkan oleh dua orang tenaga pendidik, tak membuatnya bersemangat untuk belajar dan lebih menyukai bermain bersama teman-temannya. 

Lihat selengkapnya