Hayalism

Pipo Vernandes
Chapter #59

Matahari dan Bulan

Dino baru saja membuka matanya. Ia berada di kamar apartemen yang ia beli sebagai tempat tinggal pribadinya. Ia terbangun setelah semalam asyik membahas konspirasi mengenai dunia bersama teman-temannya. Matanya memandang jauh ke luar, semuanya terlihat kecil, hiruk-pikuk keramaian kota pada pukul sebelas siang ini terlihat sibuk, lalu-lalang kendaraan dan manusia yang berjalan memenuhi kota. 

Tatapannya kosong seolah tanpa titik fokus, ia melayangkan jauh pikirannya, hingga terasa hanya badannya yang berada di sana. Ia memikirkan fenomena matahari yang fokus pembicaraan bersama teman-temannya semalam.  

“Matahari kan jadi penunjuk waktu, tapi gimana caranya matahari tahu waktu? Jam sepuluh pagi dia di mana, jam dua belas dia di mana gitu. Matahari harus tahu waktu dulu, baru tahu posisinya sebagai penunjuk waktu.” Dino meniupkan habis asap yang terkepul di dalam mulutnya. “Masih kepikiran pembahasan kemarin.” 

Dino melihat lampu lalu lintas yang menyala bergantian warna setiap beberapa waktu. Prinsipnya sama dengan bergantiannya matahari dan bulan, hal ini menandakan bahwa kedua benda langit itu ada yang mengatur dan tak mungkin bergantian begitu saja. “Gimana kalau matahari gak mau gantian? Maunya di sana terus, atau bisa jadi dia telat, kan bisa aja begitu, kalau gak ada yang ngaturnya.”  

Lihat selengkapnya