Hayalism

Pipo Vernandes
Chapter #60

Orang Tua Pengganti

Sewaktu kecil, Dino sering mendengar dari Akas dan Ajong bahwa Mama memulai semuanya dari nol lalu bertemu Pipo dan membesarkan bisnis ini dengan luar biasa. Kini Pipo menjadi nama panggilan yang sangat asing menurut Dino, ia terakhir kali mendengarnya belasan tahun lalu karena Mama tak pernah menceritakannya.  

Dino juga sering mendengar mengenai rumah nenek di Kota Bebala dengan warung di depannya, rumah yang menjadi tempat Pipo lahir dan  dibesarkan, serta rumah Akas yang berada di Kota Goco, tempat lahir dan besarnya Mama. Dino tak pernah mengunjungi keduanya. 

Kini ia terdiam ketika ia kembali membaca buku pesan bersampul merah—berulang kali dia sudah menamatkan buku ini. 

Dino menganggap Pipo adalah orang yang bekerja di bidang seni, tentu selain menulis lagu, menulis cerita seperti yang ia baca sekarang bukanlah perkara yang sulit, apalagi dengan foto-foto editan yang ada di dalamnya, sangat mudah untuk seseorang yang bekerja di industri kreatif.  

Dino tidak pernah menganggap bacaan tersebut sebagai hal yang serius. Ia merasa lebih baik memperhatikan fenomena alam yang nyata di matanya. Ia juga berpikir cerita yang dituliskan oleh Pipo sangat cocok untuk menjadi sebuah tontonan karena alur ceritanya yang menarik. 

Dino termenung di salah satu ruang di rumahnya. Sedari kecil, separuh hidup Dino dibesarkan oleh seorang pengasuh bernama Emily sejak kedua kakek dan neneknya tiada. Di balik silau kehidupannya, ia melihat terang sinar kehidupan teman-temannya ketika bersama keluarga. Saat ini ia sedang berada di kamarnya di rumah Mama, rumah yang telah dipersiapkan untuknya. Ia melihat setiap sudut ruangan yang menampilkan kenangannya bersama Akas dan Ajong, ekor matanya bergerak senti demi senti menjelajahi setiap ruangan.  

Lihat selengkapnya