Hayalism

Pipo Vernandes
Chapter #63

Lagu

Awal tahun 2030, Mama mengajak Dino berlibur bersama. Mereka menghabiskan waktu untuk menjalin kedekatan dan memperbaiki hubungan yang berlubang. Menjalin semua dari awal lagi, terdengar aneh untuk ibu dan anak. Beberapa perjalanan mereka rencanakan selama beberapa bulan mengunjungi negara-negara yang mereka sukai. Tetapi sebelumnya, tempat yang pertama menjadi tujuan mereka adalah pusara keluarga yang berada di pemakaman mewah di Kota Goco untuk Akas dan Ajong lalu di Kota Bebala untuk Pipo dan Nenek.  

Mereka menjalin kedekatan melalui makanan, Mama sering mengajak Dino untuk menyantap hidangan di Kafe Kopi Warung, tempat yang beberapa kali Mama kunjungi bersama Pipo dan menjadi restoran favorit mereka. Dino baru pertama kali ke tempat ini, ia merasa tempat ini biasa saja dan tak begitu menarik dibanding tempat yang ia sering kunjungi bersama teman-temannya.  

Karya dari grup musik SkySka seolah menjadi lagu wajib di kafe ini. Lagu-lagu mereka sering kali dibawakan oleh grup musik Band Rewind, dan lagu-lagu itu juga menjadi favorit Mama.  

Dino duduk dan menatap sekitar yang temaram dengan lampu filamen. Ia melihat Mama menantikan makanan kesukaannya sejak dulu hingga kini, dan masih menjadi menu terbaik yang ia pernah rasakan—di antara ratusan makanan mewah yang pernah masuk ke dalam mulutnya—dan seolah mesin waktu membuat Mama seperti berjalan menuju masa lalu melalui Hummusakkachori dan Cheesfe.  

Sekelebat bayangan Pipo merasuki kepala Mama, terwujud melalui darah dagingnya yang ia tinggalkan. Usia Dino yang sekarang sama seperti usia Pipo saat mengenal Mama. Setiap makanan yang ia kunyah dengan pelan berbunyi seperti menirukan suara suaminya itu. Mama tersenyum, sejenak ia terdiam dan tersadar dengan air mata yang tak sempat ia seka. 

Lihat selengkapnya