Hari kelulusan....
Karena Pak Andhika tidak nampak batang hidungnya di aula dalam rangka upacara pelepasan siswa kelas tiga, para anggota Heaven club sepakat meninggalkan aula di tengah-tengah acara dan pergi ke ruang klub. Mereka heran kenapa orang yang paling mereka harapkan untuk datang ke acara paling penting bagi Dimas, Sandra, Chandra dan Vian ini, malah tidak datang. Begitu mereka sampai di ruang klub, mata mereka hanya melihat meja-meja yang sudah digeser rapi sampai ke pojok. Sudah tidak ada lagi peralatan masak seperti kompor kecil portabel yang biasa dipakainya untuk memanaskan air. Dipan yang dijadikan tempat tidur untuk Pak Andhika pun, kini sudah terbalik entah bagaimana caranya. Suasana ruang klub saat itu benar-benar sepi. Rasanya seperti dari awal memang tidak ada siapa-siapa disana.
"Kemana sih Pak Andhika? Kok pergi nggak bilang-bilang kita ya?" Dimas cuma bisa garuk-garuk kepala menatap enam orang di depannya yang sekarang ini sudah menjadi sahabatnya. Sayangnya, mereka cuma menggelengkan kepala. Dalam hati, mereka kesal juga. Seenak jidat saja dia main kabur tidak pakai permisi atau bilang di awal.
"Kalian lagi cari Pak Andhika, ya?" Mata mereka semua kini menatap seorang bapak-bapak berkepala hampir botak dan beruban. Oh, ternyata Pak Yudi—kepala sekolah SMA Handayani. Lho? Tapi kenapa Pak Yudi ikut-ikutan menyusul sampai ke ruang klub? Bukankah acaranya masih berlangsung?
"Daripada bengong begitu, bisa ikut Bapak sebentar?" Agak lucu juga Pak Yudi melihat mereka diam terbengong-bengong seperti kebingungan. Pikir Pak Yudi, mungkin mereka bingung kenapa Pak Andhika pergi mendadak. Ditambah dirinya yang tiba-tiba muncul di depan mereka, alih-alih berada di aula. Tapi untungnya, mereka menurut saja ikut Pak Yudi tanpa banyak bicara.
Akhirnya, langkah Pak Yudi berhenti di depan ruang kepala sekolah. Pak Yudi menyuruh mereka semua duduk di sofa coklat. Beliau membuka lemari kaca di samping meja kerjanya. Tangannya mengambil sebuah album dan menunjukkannya ke mereka.
"Kalian tau siapa yang ada di foto ini?" Pak Yudi menunjuk sebuah foto yang bikin mereka semua kompak membuka mulut lebar-lebar menahan rasa terkejut. Belum tuntas rasa penasaran yang dari awal menyelimuti pikiran mereka soal kepergian diam-diam Pak Andhika, eeh sekarang disuruh main tebak-tebakan foto siapa itu. Foto cowok berambut jabrik yang memakai seragam asal-asalan. Wajahnya seram bagai iblis paling seram di dunia, dan gaya duduknya benar-benar tidak sopan! Rokok di tangan kanannya makin menambah kesan berandalan. Ih, siapa sih itu?! Mereka semua menggeleng tidak bisa menjawab pertanyaan Pak Yudi. Pak Yudi senyam-senyum penuh arti lalu mengambil foto itu dari albumnya.
"Ini orang yang paling kalian kenal. Orang yang sudah berhasil mengubah kalian semua jadi lebih baik." Walaupun perkataan Pak Yudi pelan dan suaranya agak kecil karena faktor usia, tapi mampu bikin mereka melotot terheran-heran. Sangat tidak menyangka kalau sosok cowok berandal di foto yang terlihat sangat brutal seperti sanggup membunuh orang itu ternyata Pak Andhika!
"Dulu... dia murid Bapak. Kelakuannya jauuuh lebih buruk dari kalian. Anak itu bisa dibilang trouble maker paling buruk di sekolah ini. Guru-guru udah angkat tangan sama dia. Sampe ada niat dari kepala sekolah yang dulu untuk mengeluarkannya dari sekolah. Bahkan, dia pernah terkena kasus penculikan bareng gangster yang akhirnya terbukti tidak terlibat. Di saat semua orang ingin menjebloskannya ke penjara saat itu, Bapak justru berpikir lain dan berusaha mendengarkannya. Bapak yakin dia punya sisi baik, dan akhirnya alhamdulilah. Kalo diingat lagi jaman itu, Bapak masih tidak menyangka sekarang anak itu udah sukses." Pak Yudi beranjak dari duduknya di sofa yang berhadapan dengan mereka, lalu berdiri di depan TV. Mereka semua masih terdiam tapi mata mereka tetap memperhatikan Pak Yudi yang sedang menyambungkan semacam USB pada TV. Pak Yudi memainkan remote TV cukup lama hingga akhirnya menemukan folder yang ingin beliau tunjukkan. Saat itu juga di layar TV, muncul Pak Andhika sedang bersama seorang artis terkenal dalam acara talk show yang sedang populer! Lagi-lagi mata mereka semua melotot kaget. Orang itu Pak Andhika? Ah, emang iya sih. Nama 'Andhika Putera' terpampang di layar kaca selagi beliau mengobrol santai bareng artis di TV.