2009.
Bianca, seorang gadis desa yang sekarang sudah menjelma menjadi remaja 17 tahun ia mempunyai wajah cantik dan mempesona, ia sekarang bukan anak kecil lagi. Namun semua kebutuhannya masih ditanggung orang tuanya dari bayi hingga sekarang. Keinginannya selalu terpenuhi, fasilitas memadai, ia termasuk anak yang berkecukupan. Orang tuanya memiliki kebun buah dan sayur yang cukup luas belum lagi peternakan yang menjamin hidupnya.
"Pak, aku mau buah dong udah ada yang matang belum." tanya Bianca.
"Sudah ada pisang sama pepaya tuh dibelakang." jawab Bapak.
"Enak nih manis semua, besok aku bawa ke sekolah ya Pak, buat bekal."
"Boleh, itu juga ada semangka kalau mau petik aja."
"Wihhhh.... mantep banget nih Bapak. Nggak usah beli ke pasar udah hemat ini, nanti aku petik deh."
Bianca menikmati pisang dan pepaya yang sudah dipetik oleh Bapaknya. Setelah selesai ia bergegas ke kebun belakang rumah dan memetik semangka. Ia tidak sengaja melihat buah tomat ceri lalu memakannya. Ia bergumam; enak juga.
Tidak cukup sampai disitu, Bianca memanen singkong dengan kekuatan tangannya seperti waktu kecil, bajunya menjadi kotor, tangan dan kakinya penuh tanah meski begitu, sekarang ia bisa memanen singkong tanpa bantuan orang tuanya seperti dulu. Sudah ada kemajuan. Bapak memberikan acungan jempol tanda bangga. Sayangnya Bianca lupa untuk membersikan kakinya dan langsung masuk rumah, alhasil Ibunya memarahinya.
"Astagfirullahaladzim Bianca...... ini lantai baru aja Ibu pel sekarang udah kotor lagi... aduhhhhh...."
"Tenang aja Bu, nanti aku pel lagi, aku mandi dulu ya Ibu."
"Udah besar ya sekarang udah bisa tanggungjawab. ya sudah mandi dulu sana."
Bianca ke kamar mandi, Orang tuanya mengobrol di ruang tamu.
"Sudah sini duduk, nih anak kita metik buah segini banyaknya mau buat bekal katanya."
"Ya sudah nggak apa apa mumpung kita masih bisa tanam ini buat anak kita."
"Ibu, Bapak aku sudah selesai ayo makan buah bareng."
"Kita belah dulu semangkanya, nanti sisanya buat bekal aku ke sekolah."
Bianca dan orang tuanya memakan buah yang baru saja dipetiknya, rasanya manis apalagi dicuaca panas begini rasanya makin enak dan menyegarkan. Ditengah obrolan, Bapaknya bertanya; tumben Jonatan belum kesini. Bianca menjawabnya dengan asal; lagi pacaran sama Siska dia Pak.
Jonatan adalah orang kepercayaan Bapak, ia juga dipercaya untuk membantu Bapak memanen buah dan sayur yang akan dikirim ke pasar. Tugas jonatan sebenarnya tidak ada, ia hanya diberi tugas karena sering membantu Bapak, mulai dari situ, Bapak mempercayai Jonatan untuk tugas tugas penting termasuk menemani Bianca kemanapun ia pergi. Jika tidak ada Jonatan, Bianca tidak bisa pergi. Sebelum sangat dekat dengan Jonatan seperti sekarang ini, Bianca dan Ibu lah yang membantu mengelola kebun.
"Assalamualaikum....Pak, Bu, Biancanya ada?"
"Waalaikumsalam.... masuk Nak, duduk dulu sini... nanti Ibu panggilin." Ibu beranjak pergi.
"Sini Nak, buahnya banyak banget nih Bianca ini yang petik tadi di kebun." ucap Bapak.
"Iya Pak, terimakasih." Jonatan tersenyum lalu memakan sedikit buahnya.
"Eh Jo, ada apa kesini." tanya Bianca.
"Kan ada tugas dari sekolah praktikum biologi yang anatomi hewan itu, kamu lupa?" tanya Jonatan.
"Oiya lupa buat besok itu ya? gimana dong?"
"Butuh hewan apa emangnya Nak?" tanya Bapak.
"Bebas Pak yang penting hewan. Saya kesini niatnya mau izin ajak Bianca nyari hewan bareng buat praktik besok Pak" jelas Jonatan.
"Ohhhhh bebas tohhhhh.... kalau gitu cari di kebun aja pasti banyak, ikan juga ada tinggal pilih." ujar Bapak.
Bianca dan Jonatan memilih membawa ikan untuk praktikum, mereka memancing di kolam agar bisa mendapatkan ikan. 10 menit berlalu, mereka belum juga mendapatkan ikan, Ibu datang membawa serokan ikan menyarankan untuk dipakainya mencari ikan, Ibu juga berpesan agar menangkap ikan yang banyak biar sekalian dimasak untuk makan bersama.
Jonatan membantu membersihkan insang, isi perut (jeroan), sisik, dan darah yang membeku di sepanjang tulang punggung. Ia juga memberi sedikit perasan jeruk dan garam agar amisnya hilang. Bianca hanya terpaku melihat kegesitan Jonatan. Ibu membuat cah kangkung, sayur sop dan ikan nila asam manis yang sangat menggugah selera.
"Yeayyyyy masakan udah siap aku udah nggak sabar mau nyicipin." Bianca menyendok ikan nila yang baru dimasak oleh Ibunya.
"Doa dulu." Bapak menepuk tangan Bianca.
Jonatan memimpin doa.