Setelah kelulusan sekolah, Jonatan memutuskan merantau keluar pulau, Bianca keluar kota. Lantas dimana mereka akan bertemu kembali nantinya? Shireen sahabat terbaiknya di perantauan sudah menemukan pujaan hatinya bahkan menikah dan hidup bahagia bersama pasangannya, lantas apa Bianca berhasil membuka hati untuk orang baru atau masih tetap mencintai Jonatan yang tanpa kabar itu? apakah Bianca akan mencari cinta baru atau bakal lebih fokus pada pekerjaan barunya setelah resign dari pekerjaan lamanya? kapan Bianca akan benar-benar melupakan Jonatan? siapa lelaki yang bisa menaklukkan hati Bianca selanjutnya?
Pukul 08.00 di perantauan, di apartemen.
Bianca kesiangan, mungkin karena sudah tidak ada yang membangunkannya. Alaramnya kalah dengan berisiknya isi kepalanya, ia bingung karena resign tanpa rencana yang jelas, ia belum menemukan pekerjaan baru di tanah rantau, untungnya uang gajian yang dulu masih sisa walaupun sedikit. Ia berusaha untuk menghemat.
Tidak ingin berlarut dalam kebingungan, Bianca memutuskan untuk bekerja di toko sembako, ia sudah berpengalaman dalam pekerjaan tersebut, mungkin akan sangat mudah untuk masuk dan bergabung dalam toko tersebut. Yash akhirnya diterima, Bianca mulai bekerja.
"Bianca, ini ada pesenan nanti tolong kirim ke alamat tertera ya."
"Baik Bos." Bianca mengambil pesanan dan alamat yang sudah diberikan Bosnya.
"Ini bukannya kantor aku dulu, kalau aku nolak, aku bakal dipecat nggak ya, ah udahlah fokus."
Sesampainya di kantor, Bianca bertemu Devan, manusia tengil yang selalu mengganggunya.
"Kamu sekarang kerja di toko sembako langganan kantor, bagus dong aku bisa ketemu kamu terus. Sepulang dari kantor aku mampir deh."
"Nggak usah."
"Loh kan tokonya juga bukan punya kamu, kamu nggak ada hak buat larang aku dong."
"Udah ya, aku mau lanjut kerja dulu, makasih sudah berbelanja ditoko kami." Bianca beranjak pergi.
"Jodoh pasti bertemu." Devan tersenyum bersemangat.
Bianca kembali bekerja, malayani pelanggan dengan baik, membungkus semua dagangan yang telah dibeli oleh pelanggan tersebut, menghitungnya dengan tepat, menaruh uang dagangan pada laci yang disediakan. Tepat dijam istirahat, Lala teman satu kerjaannya menanyakan tentang dengan siapa Bianca tinggal disini, Bianca hanya berkata; sendiri. Lala kemudian meminta agar dirinya bisa satu apartemen bersamanya. Bianca hanya mengiyakan.
"Capek banget kalau gini terus kapan aku suksesnya coba."
"Eh kamu disini, nanti pulangnya bareng ya, aku kan belum tau apartemennya dimana." pinta Lala.
"Oke."
"Ayo kerja lagi, mulai banyak yang dateng ke toko kita yang ada nanti dimarahin sama si Bos."
"Okeeee ayo pergi."
Sepulang dari kantor, Devan mampir ke tempat kerja Bianca, ia hanya duduk dan memperhatikan Bianca sambil memesan makanan agar bisa mengganjal perutnya yang kelaparan habis bekerja. Devan membeli camilan dan memakannya didepan toko tempat Bianca bekerja, ia melakukan itu agar bisa dekat dan menjaga Bianca.
"Dia siapa, kenapa dari tadi disana, pacar kamu kah?" tanya Lala.
"Nggak tau." jawabnya singkat.
Lala mendekati Devan, mencoba bicara dengan tenang.
"Maaf Kak, sebentar lagi tokonya tutup, boleh kursinya saya ambil?"
"Boleh boleh ambil aja." Devan berdiri.
"Maaf kak, kalau boleh tahu kakaknya nunggu siapa ya?"
"Pegawai baru disini yang namanya Bianca"
Lala memanggil Bianca, mengatakan ada seseorang yang menunggunya. Bianca hanya menyuruh Lala untuk tidak menanggapi orang tersebut.
"Kamu udah selesai kerjanya, pulang sama aku yuk." ajak Devan.
"Aku udah punya pacar, jangan ganggu aku lagi."
"Oke kalau kamu punya pacar, aku mau ketemu sama pacarmu besok di warung ramen jam 11 kalau kamu nggak bisa bawa pacarmu kesana berati kamu bohong." Devan pergi.
"Cariin aku pacar plisssss, aku masih jomblo, move on dari Jonatan aja aku belum becus apalagi nyari pacar baru." Bianca panik.
"Eh kenapa bohong, padahal dia kelihatan baik, dia kesini naik mobil juga dia keliatan bukan orang sembarangan." tanya Lala.
"Ceritanya panjang aku nggak bisa jelasin. Kamu punya kenalan cowok?"
"Punya, Kenzo namanya."
Esok harinya di tempat ramen, terlihat Devan sudah menunggu mereka sudah lama, Bianca dan Kenzo mendekati Devan, sebelum itu Bianca mengatakan agar akting nya terlihat meyakinkan.
"Udah lama nunggunya, ini kenalin Kenzo pacar baru aku."
"Iya udah tau kok, pesan makanan aja dulu nanti aku yang bayar." ucap Devan.
"Nggak perlu, sekarang udah tau kan aku udah punya pacar, jadi berhenti ganggu aku."
"Sob, kamu tau nggak? Bianca belum move on dari cinta pertamanya, dia nggak mungkin beneran suka sama kamu."