Bagaimana jadinya jika menunggu lima tahun yang didapat hanya penghianatan? siapa yang salah jika hasil akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasi masing masing orang? percaya pada ucapan manusia apakah akan berakhir mengecewakan seperti ini? entah terbuat dari apa hati Bianca karena telah merasakan hal ini diusianya yang masih tergolong produktif. Ia hancur karena orang yang dicintainya menghianati cintanya. Ia hancur karena menaruh kepercayaan pada orang yang dicintainya. Dibalik itu, ia beruntung karena mengetahui hal ini sebelum ia benar-benar ke jenjang serius dengan orang itu, ya benar siapa lagi kalau bukan Jonatan. Allah SWT benar benar memberikan petunjuk sejelas jelasnya. Namun mengapa ia yang harus mengalami hal ini? mengapa bukan orang lain?
"Takdir sialan!"
"Jonatan anjing! bajingan! kenapa aku harus percaya sama kamu! brengsek emang!"
"Aku nggak nyangka dia tega lakuin ini sama aku, dia tega ingkari janjinya sendiri. Kecewa banget aku sama dia."
"Aku harus cerita sama siapa soal ini? aku nggak bisa pendam masalah ku sendirian lama lama bisa gila aku."
"Shireen? aku pernah cerita soal Jonatan ke dia, apa dia sekarang mau dengerin ceritaku lagi?"
Bianca menelpon Shireen mengajaknya untuk bertemu karena sangat urgent. Bianca mulai stress karena mengetahui hal yang terjadi pada Jonatan meski ia bingung harus berbuat apa. Bianca meminta Shireen menemaninya minum, ia tidak kuat menghadapi kenyataan ini. Bianca menghabiskan beberapa botol dalam waktu singkat, Shireen menghentikannya.
"Udah berhenti dulu, cerita yang jelas ada apa kamu ngajakin aku ketemu."
Bianca menyerahkan flashdisk yang sudah dibawanya.
"Ini apa Bi? apa isinya"
"Buka aja nanti kamu tahu apa isinya." ucap Bianca yang sedang mabuk.
"Ini nggak salah Bi? Bajingan emang si Jonatan itu. Berani beraninya dia hamilin perempuan lain di tanggal ulang tahun kamu. Brengsek emang dia. Perlu dikasih pelajaran ini si Jonatan. Cowok bajingan kayak Jonatan nggak pantes buat kamu Bi." Shireen emosi.
Shireen menelpon suaminya untuk menjemput mereka berdua untung saja Dery, suami Shireen tidak sibuk hari ini Dery langsung menjemputnya. Mereka membawa Bianca kerumahnya. Dery membopong Bianca membaringkannya di sofa ruang tamu, Shireen menemaninya hingga sadar. Anak Shireen datang dan membangunkan Bianca yang setengah sadar itu dengan suara nyaringnya.
"Tante..... tantee... bangun tanteeee." ucap Bocah kecil itu.
Bianca mengusap kepalanya, ia masih terpengaruh minuman keras dan berusaha untuk membuka matanya.
"Eh, ini anak kecil siapa kok aku beru lihat."
"Tanteeee..... akuuuu Gea, ayo main sama Gea Tante."
"Adeeek biarin Tante istirahat dulu ya, Adek tidur aja sana sama Papih udah malamkan sekarang. Mainnya besok aja nunggu Tante kondisinya baik."
"Okeeee mamih..." Gea berlari ke kamarnya.
"Tadi anak aku, umurnya lima tahun. Kamu tidur sini aja ya, udah malem juga."
"Selamat ya, keluarga mu bahagia banget semoga nular ya! aku kayaknya pulang aja deh nggak enak aku sama suamimu."
"Tenang aja, dia nggak masalah kok, Gea juga pasti seneng ada tantenya disini."
Setelah Bianca sadar sepenuhnya, ia tidur di kamar yang telah disediakan Shireen. Shireen sendiri masih penasaran apakah videonya asli atau hanya editan hanya untuk memprovokasi Bianca, ia meminta tolong pada suaminya untuk mengecek keasliannya.
"Sayang tolong dong cek video ini asli atau palsu. Aku dapet dari Bianca."
"Video apa sayang?"
"Kamu lihat aja, katanya dari Devan."
"Video dari Devan? video apa sih? penting banget kah sayang?"
"Kamu lihat aja dulu sayangg, karena itu Bianca mabuk, dia nggak rela Jonatan begitu. Video itu juga dari Devan temen kamu."
"Devan nggak bakal bohong sih, aku kenal dia dari dulu. Bisnis sama dia juga bisa gede kayak gini berkat dia juga."
"Iya coba dicek dulu ih sayang."
Dery mengecek video yang tadi diberikan oleh Shireen.
"Ih sayang kok video kayak gini? bisa bisanya kamu ngasih kayak gini ke aku."
"Iya makanya, akukan udah ngomong dari awal itu asli atau nggak. Aku mau bantu temenku biar nggak tersesat lebih dalam."
Dery mengecek video tersebut dan memastikan video itu asli dan tanpa rekayasa. Dery menanyakan darimana Devan mendapatkan video se-privasi ini. Shireen menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu. Shireen tidak menyangka sahabatnya mencintai seseorang yang salah.
Semoga Jonatan mendapatkan karma yang setimpal..
Shireen juga sebenarnya bingung jika menjelaskan bahwa videonya asli, sehancur apa nanti jika Bianca mengetahuinya. Bagaimana jika Bianca melihat Jonatan menikahi dan menggendong bayi yang dikandung oleh wanita itu. Kebodohan Bianca kali ini adalah mempercayai ucapan lelaki dan menunggunya kembali. Padahal lelaki itu aja sedang asik menelanjangi wanita lain di tanggal kelahirannya. Tanggal yang suci itu harus ternoda karena Jonatan yang tidak bisa mengontrol nafsunya itu. Entah iblis apa yang merasukinya atau Jonatan adalah iblisnya?
Kesetiaan yang Bianca lakukan untuk menunggu Jonatan kembali ternyata hasilnya hanya penghianatan. Yang membuatnya hancur adalah mengapa Jonatan melakukan hal hina seperti itu ditanggal ulang tahunnya? apa tidak ada tanggal lain untuknya? pikiran positif Bianca saja membantah jika Jonatan melakukan hal itu karena dijebak. Bianca melihat jelas jika Jonatan datang ke kamar hotel itu dengan kesadaran penuh dan sesekali melempar senyuman.
Pagi harinya. Shireen melihat Bianca masih menangisinya, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghiburnya.
"Tanteee.... tanteee kok nangis masih pagi ini lohhhhh. Ayo bangun tanteee."