Heir of Shadows

R. Rusandhy
Chapter #8

SUITING UP

Scene 1: The Decision Lokasi: Ruang Baca Kakek (Bunker Level 1) Waktu: 22:00 WIB

Lampu meja belajar antik itu satu-satunya sumber cahaya. Darren meletakkan selembar foto hasil curian CCTV (dari koneksi Pengemis Barat) dan sketsa jalur pelabuhan di meja kayu jati.

"Racun Aconite . Pisau Adrian yang dicuri. Dan kapal 'Hantu Laut' yang sandar di dermaga South Sea tepat sebelum jam kematian Liu," Darren menjabarkan fakta dengan dingin.

Kakek Liem Thian Seng menatap bukti-bukti itu sambil mengelus gagang kursi rodanya. Asap rokok klobot mengepul tipis dari bibirnya.

"Bukan sekadar pembunuhan," suara Kakek serak, berat. "Ini orchestration. Konduktornya ingin Bumi (Earth Dragon) dan Benteng (Chinatown) saling hancur."

"Heaven Clan," potong Paman Tjandra dari sudut gelap. "Victor selalu suka tangan bersih."

Darren mengangguk. "Kalau Earth Dragon nyerang Glodok besok, korban sipil bakal jatuh. Adrian bakal mati di penjara atau 'bunuh diri'. Aku harus hentikan sumber apinya."

"Ferdy Antonio," gumam Kakek. "Si Iblis Laut itu pasti pegang manifest penumpang gelapnya. Atau setidaknya, bukti transfer dari Heaven."

Hening sejenak. Atmosfer ruangan memberat. Ini bukan lagi latihan. Ini intervensi klan.

Kakek mematikan rokoknya di asbak. Dia menatap cucu satu-satunya.

"Darren."

"Ya, Kek."

"Kamu masuk ke sana bukan sebagai mahasiswa. Kamu masuk sebagai Liem. Ingat filosofi kita?"

Lihat selengkapnya