Hello Alit

Celia Rae
Chapter #2

Jumpa Pertama

Hari ini adalah hari pertama sekolah. Hari pertama SMA Garuda Bogor mengadakan upacara bendera merah putih. Hari pertama guru dan para murid mengenakan seragam. Dan hari pertama bagi Bela Larasati Adhisti untuk menginjakkan kaki di jenjang SMA di Bogor.

Bukan kelas satu SMA, bukan. Laras sudah menjadi anak kelas tiga SMA pada tahun ini. Sebelumnya dia bersekolah di kota, Jakarta, SMA, jurusan IPS. Pada saat ingin pindah sekolah ke kampung dengan neneknya, Laras pergi ke SMEA PGRI untuk mendaftar menjadi salah satu murid disana. Awalnya tidak ada masalah dan Laras mendengarkan baik baik semua perkataan wakil kepala sekolah. Namun pada saat beliau melihat rapot dan data diri Laras, kepalanya menggeleng tiga kali.

"Kamu ini dari SMA ya neng?" Tanya wakil kepala sekolah itu.

"Iya pak, saya dari SMA di kota."

"Waduh kalau pindah dari SMA ke SMEA itu susah. Mau diulang saja dari kelas satu?"

Mata Laras membelo saat mendengar perkataan Pak wakil kepala sekolah. Dia harus mengulang sekolah dari kelas satu lagi sedangkan tahun ini dia sudah kelas tiga? Mau taruh dimana otaknya yang sudah mumet selama dua tahun ini? Enak sekali perkataan Pak wakil kepala sekolah. Laras yang selama ini menjalankan sekolah rasanya ingin pingsan.

"Kok kitu pak? Kumaha iyeu cucu saya kasian nggeus dua tahun sakolah diulang deui mah lieur atuh." Neneknya Laras mengeluarkan perkataan yang sesuai dengan isi hati dan pikirannya.

Memang benar jika pindah sekolah tetapi disuruh untuk mengulang dari kelas satu itu membuat pusing. Jangan pernah mau disuruh mengulang sekolah lagi dari kelas satu, karena masih ada banyak sekolah yang mau menerima murid pindahan dengan lapang dada. Terlebih murid pindahan yang memiliki nilai besar, seperti Laras. SMA Garuda Bogor contohnya.

Saat Laras sedang dalam perjalanan pulang dari SMEA PGRI, neneknya mengajak Laras untuk berputar sebentar sembari mencari sekolah. Mereka tidak sengaja sampai di depan pintu gerbang SMA Garuda Bogor, berada persis di belakang SMEA PGRI, yang di depan pintu gerbangnya ada sebuah kertas ditempel dengan tulisan 'Menerima Murid Baru'.

Buru buru neneknya dan Laras masuk ke dalam sekolah dan bertanya. Ternyata SMA Garuda Bogor adalah SMA swasta yang baru saja didirikan. Mereka mau menerima murid dari manapun untuk mengisi bangku bangku sekolah yang kosong. Laras yang hendak pindah pun langsung diterima dan langsung masuk ke kelas 12 IPS A.

Senang rasanya saat Laras langsung diterima di SMA Garuda Bogor. Walau SMA swasta dan Laras harus membayar biaya pembelajaran, dia bersyukur karena tidak harus mengulang sekolah lagi dari kelas satu. Neneknya pun senang, lega dan setuju untuk Laras pindah melanjutkan sekolahnya di SMA Garuda saja. Untuk itu Laras bertekad untuk benar benar fokus belajar.

Saat kakinya baru masuk ke dalam ruang kelas 12 IPS A. Mata Laras langsung melihat sekeliling dan mencari tempat duduk sekaligus wajah yang terlihat friendly untuk menjadi temannya. Setelah beberapa detik melihat, Laras memutuskan untuk duduk di bangku tengah barisan pojok dengan seorang perempuan yang memiliki rambut lurus dan sedikit panjang sebahu.

Lihat selengkapnya