Setelah menyelesaikan pembelajaran Bahasa Indonesia, kini waktunya istirahat bagi para siswa dan siswi SMA Garuda. Laras dan Dinda yang kebetulan tadi sempat berkenalan dengan salah satu murid IPA A Nurul Cahyani Mahesa atau yang biasa dipanggil Nurul, pergi bersama ke kantin sekolah yang ternyata bersatu dengan kantin SMEA PGRI.
"Kamu mau beli naon Ras?" Tanya Dinda saat mereka sudah sampai di kantin.
Laras tidak langsung menjawab. Dia menyisir sekitarnya dulu untuk mengetahui ada apa saja di kantin sekolahnya ini. Saat melihat ada yang menjual Bakso Laras pun tersenyum melihatnya.
"Aku mah beli itu, kamu berdua mau apa?" Katanya sembari menunjuk warung yang menjual Bakso.
Dinda mengangguk kecil sementara Nurul hanya diam saja. Dia juga menyisir sekitar sebelum menentukan apa yang ingin dibeli. Dinda menunjuk sebuah warung yang menjual roti bakar dan mengatakan bahwa dia ingin makan roti bakar. Nurul yang terakhir menentukan juga memilih untuk ikut Dinda beli roti bakar, katanya dia ingin roti bakar cokelat keju.
Ketiganya pun setuju untuk pergi membeli makanan sendiri dan berkumpul lagi di tempat tadi untuk makan bersama. Laras pergi ke warung yang menjual Bakso dan Dinda juga Nurul pergi ke warung penjual roti bakar.
Sambil menunggu pesanannya jadi, Laras pergi membeli air minum terlebih dahulu. Menyebalkannya saat dia membeli air ada teman sekelasnya yang bernama Raifan Hendra Cakrawala mengganggu.
"Hai Laras, kok kamu sendirian aja mau aku temenin?"
Laras memutar kedua bola matanya malas. Sebal dia ingin mendorong Raifan jauh jauh. Karena malas menghiraukan orang seperti Raifan, Laras diam saja dan tidak mau menjawab. Dia berjalan kembali ke warung bakso untuk mengambil pesanannya.
"Aih, akunya ditinggalin. Kalo udah pacaran nanti jangan ditinggalin dong manis kan kasian aku sendiri nanti ada yang ambil lho." Kata Raifan menuturi Laras ke warung bakso.
Si ibu penjual Bakso memberikan pesanan Laras kepada orangnya sambil mengatakan terima kasih dan tersenyum. Laras pun mengambil pesanannya tersebut, ikut membalas senyum kepada si ibu.
"Tambah manis deh kalo lagi senyum gitu, senyum terus ya." Lagi lagi Raifan menggoda Laras.
Laras yang merasa kesabarannya sudah di ujung tanduk pun menghadap Raifan dan memasang wajah datarnya sambil menatap laki laki itu tajam. "Udah? Lu gak bisa diem ya? Berisik kayak gak ada kerjaan lain aja, awas gue mau lewat."
Raifan bukannya buru buru menggeser tubuh malah tersenyum manis. "Judes ternyata, jadi tambah suka."
Sebelum Laras menampar Raifan, Dinda dan Nurul sudah memanggilnya terlebih dahulu. Membuat gadis cantik nan manis itu ingin bersujud syukur berterima kasih kepada teman temannya.
Terpaksa Raifan harus membiarkan Laras pergi dengan teman temannya. Tetapi sebelum Laras pergi jauh dia masih saja menggodanya.
"Makan yang banyak ya biar aku seneng manis."