Hari pertama sekolah benar benar menarik bagi Laras. Bagaimana tidak? Dia sudah berkali kali marah kepada teman segenerasinya yang suka menggodanya dan juga kepada Alit yang ternyata aneh dan menyebalkan. Namun di balik kejadian negatif itu Laras juga memiliki teman teman baru yaitu Dinda dan Nurul, ini menjadi kejadian positifnya.
Setelah hari pertama sekolah selesai hari kedua pun datang. Seperti kemarin Laras pergi ke sekolah menaiki angkutan umum. Di angkot banyak juga anak anak sekolah seperti Laras. Ada beberapa wajah yang pernah dia lihat dan juga ada yang belum pernah dia lihat.
Tidak lama perjalanan angkot yang ditumpanginya berhenti, satu orang penumpang naik ke angkotnya dan membuat Laras terkejut. Orang yang baru naik angkot itu tersenyum ketika melihat Laras dan segera mendudukkan dirinya di sebelah gadis itu.
"Kamu naik angkot ini juga?" Tanyanya kepada Laras.
"Ya menurut ngana aja!"
Orang ini terkekeh menarik tas yang di gendongnya ke depan dan masih menampakkan senyum yang tidak mau dilepas sedari naik angkot tadi.
"Jadi pilih aku ketos ya, jangan ragu ragu."
Laras mencebik. "Terserah gue dong Zaidan Alit mau pilih siapa." Katanya ketus.
Alit yang mendengar jawaban Laras malah terkekeh kembali. Merasa gemas dengan Laras dan semakin suka.
Tak lama angkot yang ditumpangi mereka berhenti lagi, satu orang penumpang laki laki yang memakai seragam sekolah naik. Laras tidak bisa tidak melihat. Laki laki itu duduk di sebelah pintu, tepat di hadapan Laras, membuat dia dengan jelas bisa melihat laki laki itu.
Tampan, batin Laras menilai. Matanya melirik ke name tag yang ada di dada kiri laki laki itu dan membacanya dalam hati. Arjuna Yudistia. Laras tersenyum tipis.
Alit yang sedari tadi memperhatikan pun membuang napas gusar. Dia mendekatkan dirinya dengan Laras lalu berbisik. "Jangan liatin dia terus."
Laras tersentak. "Apaan sih!" Katanya dan membuang muka, tidak mau melihat Alit.
"Aku di sebelah kamu, jangan liatin orang."
Laras benar benar tidak habis pikir. Memangnya siapa Alit bisa menyuruhnya seperti ini. Terserah dia dong ingin lihat kemana dan ke siapa. Mata dia yang punya kenapa harus diatur orang lain.
Tak terasa angkot tumpangan mereka telah sampai di depan SMEA PGRI. Laras, Alit, laki laki bernama Arjuna dan siswa yang lain pun turun. Setelah membayar mereka semua pergi menuju sekolah masing masing. Saat melewati gerbang SMEA dan hendak pergi ke belakang, Laras sempat melirik ke arah laki laki bernama Arjuna yang ternyata adalab murid SMEA PGRI. Dalam hati dia berkata murid SMEA PGRI ternyata banyak yang tampan dan cantik.
Sesampainya di SMA Garuda, Laras langsung berjalan cepat menuju kelasnya. Dia tidak mau terlihat berjalan berdua dengan Alit. Walau mereka sebenarnya hanya tidak sengaja satu angkot.
Setelah sampai di kelas, barulah Laras bisa menghela napas lega dan menyenderkan badan ke bangkunya. Menghindari Alit, seperti habis dikejar kejar anjing liar.