Hello Alit

Celia Rae
Chapter #5

Siapa Yang Punya

Tidak terasa seminggu telah lewat sedari pemilihan ketua OSIS pertama SMA Garuda. Coba tebak siapa yang menjadi ketua OSIS pertama mereka? Ya, Zaidan Alit Sudrajat. Laki laki tinggi menyebalkan bagi Laras itu adalah ketua OSISnya yang baru.

Kemarin Laras enggan memilih Alit sebagai ketua OSIS. Namun saat melihat kandidat kandidat lain Laras jadi menelan ludahnya sendiri. Tidak ada yang cocok menjadi ketua OSIS selain Alit nu ageung itu.

Temannya; Dinda dan Nurul juga sudah resmi menjadi anggota OSIS. Nurul masuk ke bagian bendahara dan Dinda masuk ke bagian sekretaris. Hanya dirinya saja sendiri yang tidak ikut OSIS. Laras rada merasa kesepian sih.

Seperti sekarang. Di saat kedua temannya itu ikut rapat OSIS Laras harus pergi ke kantin dan makan sendirian. Tidak enak makan sendiri, dia rindu celotehan teman temannya, dan lagi apabila sendirian seperti ini kesempatan orang untuk menggoda Laras menjadi naik lima puluh persen.

"Eh ada Laras ku." Tuh kan, baru juga diomongin.

Laras berdecak ketus. Dalam hati menyesal tidak makan di kelas saja. Padahal dia sedang malas membawa dan mengembalikan piring kotor bekasnya nanti.

"Apa?!" Kata Laras ketus.

"Ulah kitu atuh geulis sama calon pacar."

"Najis."

Laki laki yang menggoda Laras itu tertawa dan mendudukkan dirinya di hadapan Laras. Membuat si manis mendelik dan tambah emosi. Dia ini mancing keributan ya?

"Maafin ya aku pura pura jadi pacar kamu waktu itu. Abisnya kamu banyak yang suka, aku jadi ikut banyak saingannya." Kata Asep laki laki yang waktu itu mengaku ngaku kepada teman temannya kalau Laras adalah kekasihnya.

Laras hanya tersenyum remeh. Laki laki pencundang seperti apa Asep ini? Mengaku dan menyebarkan gosip saja bisanya.

"Tapi kamu masih sendiri kan? Aku ada di barisan ke berapa nih? Boleh nyelak gak langsung ke hati mu?"

Karena kesal Laras melihat ke sekeliling untuk mengambil apa saja yang bisa dia lempar ke arah Asep. Beruntung sebelum Laras mengangkat mangkuk bekasnya makan bakso, kedua temannya; Dinda dan Nurul sudah datang. Sahabat mungilnya itu mengerti Laras tidak nyaman jadi langsung memukul punggung Asep dengan buku catatan bendahara OSIS yang dibawanya.

Plak!

"Aduh! Teu kira kira sia Nur! Sakit!" Ringis Asep.

"Mampus, makanya jangan gangguin Laras terus. Sana pergi." Nurul menarik kerah baju Asep agar laki laki itu pergi.

"Iya iya aduh jangan ditarik tarik."

Asep buru buru bangun dari tempat duduknya, sambil mengusap punggungnya yang tadi di pukul Nurul. Masih sakit. Sebelum pergi Asep tersenyum jahil.

"Kamu sadis ya, awas nanti suka sama aa ganteng ini. Pergi dulu ya beb jangan kangen." Asep menarik pipi kanan Nurul sebelum lari dengan kencang.

"HEH KARAFHI! KADIE MANEH" Teriak Nurul, membuat Laras dan Dinda tertawa geli.

Lihat selengkapnya