Hero or Zero

Aylanna N. Arcelia
Chapter #11

Undercover Partner

Wajah Raiden terus merengut dan cemberut saat terpaksa pergi bersama Egan. Kenapa juga ia harus terjebak dengan penipu ini? Mengapa Ibu harus menyuruhnya pergi dengan Egan palsu ini? Tapi, apa boleh buat? Ia juga tak punya pilihan lain untuk menolak atau membantah dengan berbagai alasan. 

“Memang hari ini mau kemana sih?” sahut Raiden tak bersemangat.

“Kita jalan-jalan mengelilingi kota saja, Kak.”

“Jadi tak ada tempat tujuan yang jelas? Cuman muter-muter tak tentu arah dengan mobil pinjaman ini? Kenapa waktu itu maksa sekali untuk jalan-jalan di akhir pekan?” tanya Raiden penuh emosi.

 Egan tahu kalau sejak awal Raiden sangat kesal dan membencinya. Namun, ia menanggapinya dengan santai dan penuh senyuman.

“Ya, tidak apa-apa kan? Sesekali kita berdua jalan-jalan sebagai brother setelah sekian lama tidak bertemu? Anggap saja menggantikan waktu keluarga kita yang telah hilang.”

Jangan harap aku mau jadi saudaramu. Apalagi menjadi bagian keluargamu. Dasar penipu gak tahu malu!

“Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Kenapa harus memaksa pergi hari ini?”

“Seperti yang kujawab tadi, Kak. Kita bisa jalan-jalan berdua lagi menebus waktu yang sekian tahun telah berlalu.”

 “Terserahlah,” sahut Raiden seraya memalingkan wajahnya ke arah luar jendela mobil. Tak mau lagi berdebat dengan orang tak penting. Hanya membuang waktu berharganya saja. Tadinya, ia ingin kabur seharian bersama Kelly. Tapi, sebelum berhasil ke luar rumah secara diam-diam. Ibu sudah lebih dulu menghalangi langkahnya.

Mau gimanapun juga mencari berbagai alasan dan bantahan, dirinya tak punya pilihan lain lagi selain pergi bersama Egan palsu sepanjang hari.

Demi permintaan Ibu, ia terpaksa harus menghabiskan waktu bersama seorang penipu ulung sepanjang hari. Sepertinya hari ini memang akan berjalan lebih dari sekedar mimpi buruk.

 

Setelah sekian jam Egan membawa mobil mengelilingi kota tanpa arah dan tujuan yang jelas dengan situasi yang serba awkward, dan juga bingung harus mulai pembicaraan darimana dan harus bersikap seperti apa dalam mobil bersama Raiden.

Egan memutuskan untuk keluar dari mobil sejenak agar suasana bisa terasa lebih berbeda dan nyaman nantinya.

 “Ada café di depan. Kita mampir untuk minum-minum dulu, ya Kak.”

Tak terdengar jawaban atau tampak ada respon sedikitpun dari Raiden yang masih saja terus memalingkan wajah, membuat Egan segera menghentikan mobil di depan café tujuannya.

“Aku mau turun dan istirahat di café dulu, Kak. Sekalian mau makan dan minum juga. Kalau Kak Raiden mau ikut atau terus di mobil saja juga silahkan.”

Lihat selengkapnya