Setelah selesai makan siang. Egan dan Raiden kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini suasana dibuat agar terasa lebih santai dan akrab. Wajah keduanya yang tadi terlihat serba datar, kini mulai menampakkan senyuman. Meskipun dengan senyuman yang tidak tulus, dan terkesan dipaksakan agar suasana tidak serba awkward lagi.
“Kita akan kemana?” tanya Raiden dengan agak ramah. “Pasti ada tujuan kan setelah sempat istirahat tadi? Sudah punya rencana yang jelas sekarang?”
“Kak Raiden ada usulan?" jawab Egan yang sebenarnya masih kehilangan ide dan rencana berikutnya.
“Kenapa malah nanya balik?” Raiden menahan kekesalan sambil berusaha masih terus tersenyum. “Ya sudah. Kalau begitu, kita berdua ke lapangan bola dekat arah ke rumah saja. Biar sekalian nanti bisa lewat jalan pulang.”
“Kenapa kita harus kesana Kak? Bukannya mau jalan-jalan saja dulu?”
"Kalau nggak mau kesana, berarti kamu sudah menemukan tempat tujuan selanjutnya?"
Egan menggeleng cepat. Ia hanya pendatang baru di kota ini untuk menjalankan satu misi tertentu. Meskipun sudah mencari beberapa informasi di internet, tapi ia masih saja benar-benar ragu dan bingung dimana tempat yang paling seru dan pas untuk jalan-jalan bersama Raiden.
“Sudah lupa ya? Dulu sehabis pulang sekolah atau hampir setiap akhir pekan, kita sering mengahabiskan waktu dengan bermain bola. Daripada harus muter-muter gak jelas tanpa tujuan mengelilingi kota? Lebih seru kalau kita bermain bola saja, dan bagi yang kalah akan mentraktir atau bayar semua tagihan selanjutnya. Mengerti kan, Egan Jr?”
Egan kembali tersentak mendengar kalimat terakhir Raiden. Tapi kali ini mencoba bersikap setenang mungkin seraya tersenyum lebar. Sebelum misi dan tujuannya tercapai, ia harus mengikuti bagaimanapun situasi yang sedang berjalan.
“Baik, Kak. Dengan senang hati.”
Sesampainya di lapangan bola yang sepi, dan hanya ada mereka berdua. Raiden segera bersiap, ia menggulung lengan bajunya dan mengikat tali sepatunya lebih erat lagi. Sementara Egan juga tak mau kalah, ia lalu merapikan rambut dan lipatan kerah bajunya.
“Ayo kita bermain bola lagi, mengenang masa kecil kita dulu,” ajak Raiden antusias.
Egan mengangguk pelan. “Ya, tentu saja,” jawabnya dengan penuh keyakinan.