Hex

Rezt Elliot
Chapter #1

One

Ada sebuah rumor yang menyebar di ibu kota Rumania, Bukares; ada satu sindikat yang bisa mengabulkan hampir semua keinginan dengan bayaran tertentu. Rumor itu juga mengatakan bagaimana caranya membuat keinginan kita terkabul. Pertama, tuliskan alamat rumah dengan begitu lengkap di atas kertas polos berwarna putih. Kedua, siapkan dua buah permen rasa Stroberi. Ketiga, masukkan kertas berisi alamat beserta permen ke dalam amplop berwarna putih lalu mengirimkannya ke alamat tertera pada sebuah website tidak resmi yang beredar.


Setelah mengirimkan dengan benar maka proses selanjutnya adalah menunggu, katanya, kurang dari satu minggu jawabannya akan muncul. Jangan terkejut jika pada waktu yang tidak ditentukan kau dijemput atau didatangi oleh sebuah mobil Van berwarna hitam pekat dengan logo Gagak berwarna emas, itu artinya permintaanmu diterima. Namun, jika dalam waktu satu minggu kau tidak juga mendapat jemputan atau didatangi oleh Van berwarna hitam, tandanya permintaanmu ditolak. Untuk alasannya sendiri bisa karena permintaannya terlalu berat atau tidak sesuai dengan ketentuan yang mereka berikan. Mengenai masalah bayaran, mereka tidak selalu mengharapkan uang semata. Semuanya tergantung pada jenis permintaanmu dan pada siapa yang akan menerima juga menyelesaikan permintaan tersebut. Rumor terburuknya, mereka akan meminta nyawa sebagai bayaran. Rumor adalah rumor, tidak sedikit yang percaya dan tidak sedikit juga yang tidak percaya. Mereka yang menganggap rumor membayar dengan nyawa adalah hal konyol dan terlalu dibesar-besarkan. Dan tidak ada juga yang dapat membenarkan rumor buruk tersebut karena tidak ada saksi yang tertinggal.


°°°


Di sebuah rumah kecil yang dikelilingi pagar kayu dan terlihat begitu sepi; rumah tersebut terlihat sendirian diantara semak dan pohon-pohon karena jarak ke rumah lainnya mencapai lima ratus meter. Tepat pukul sebelas malam, sebuah mobil Van mewah berwarna hitam pekat dengan logo Gagak emas di sebelah kanan mobil berhenti di depan pagar. Seorang pria dengan setelan jas formal bergaya klasik berwarna perak turun dari dalam mobil, perlahan pria itu melangkah melewati pagar kayu dan berdiri di depan pintu rumah. Pria dengan rambut hitam dan berwarna mata emas itu tersenyum manis sebelum mengetuk pintu rumah sebanyak tiga kali, lalu ia diam menunggu jawaban.


Klik-


"Oh?" Seorang wanita dengan pakaian sederhana, terlihat sedikit berantakan dengan bekas noda makanan di pakaiannya. Wanita dengan rambut merah gelap itu menatap si pria dengan mulut setengah terbuka dan tatapan mata tak percaya. Si wanita bahkan tidak membiarkan tamunya masuk atau sekadar bertanya identitas. Ia hanya berdiri dengan wajah kaget penuh rasa tidak percaya.


Lihat selengkapnya