Hey, Cawu!

Godok
Chapter #11

Pekerja Baru

"Siap untuk gagal" mungkin hal lebih tepat untuk di ajarkan dibanding "Kamu tidak boleh gagal"

Seolah-olah kegagalan adalah hal horor yang bila terjadi bisa mengutuk seumur hidup. Semua orang sukses itu pernah gagal dan buktinya, mereka masih bisa menjalani hidup. Mungkin akan lebih baik jika orang-orang tau bahwa kegagalan itu komponen dalam kesuksesan. Namun, tetap saja. Kata "Gagal" adalah yang paling menakuti, menjadi bayang-bayang kegelapan bagi mereka yang sedang berusaha keras mendapatkan kelayakan. Mendapatkan jati diri. medapatkan posisi.

Menyaksikan banyak toko yang mulai membuka pembatas besi mereka, Cawu berjalan dengan santai. Di depannya terdapat kupu-kupu berwarna kuning terang. Ia meresa si kupu-kupu bisa memandu anjing kuning itu ke tempat yang damai.

Salah!

Cawu menyesal. Berjalan dengan riang mengikuti makhluk mungil cantik itu. Dalam benak si anjing Golden Retriever, mengikuti hal yang canti dan indah akan membawanya pada keindahan serta ketenangan pula. Namun, ia salah.

Cawu berdiri di depan toko baju serba 10.000 toko yang biasa di kunjungi para siswi sepulang sekolah, itu yang Cawu tau. Kenapa Kupu-kupu datang ke tempat seperti ini?

"Cawu?" panggil seorang wanita yang sedang menyapu di depan toko.

Cawu benar-benar menyesal mengikuti kupu-kupu.

'Tukang mengeluh ini lagi.'

Kalau yang satu ini lebih parah dari Duka. Kepala Cawu mendoangak tinggi, niat si hewan berbulu kuning ingin mencari Kupu-kupu, tapi, ia baru menyadari satu hal.

'Kenapa wanita ini ada di sini?'

Sebuah ruko yang sengat Cawu beberapa minggu lalu masih di bangun. Untuk apa wanita ini di sini? Siapa namanya, kalau tidak salah di awali dengan Na-

"Naya," Seorang wanita paruh baya keluar dari ruko, kedua tangannya sibuk dengan kantung plastik besar berwarna merah, "Ini paakaian baru mau saya sortis dulu, paling saya baru bisa balik ke toko sore nanti."

Setelah memberikan amanta pagi pada Naya -karyawan barunya- Ibu Owner pergi dengan banyaknya barang di tangan.

"Guk!"

Tidak dapat menemukan si Kupu-kupu kuning, dirinya pun tidak ada keperluan di toko paju ini. Cawu memutuskan untuk pergi. Lagi pula iangat yang Duka katakan. Bulu indahnya hanya akan mengotori pakaian.

"Cawu, tunggu!"

Cawu tetap jalan dengan abai, dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena tidak sedang hari pasar, lebih baik ia mengunjungi toko roti atau menunggu para anak yang membuang bekal di dekat minimarket.

Cawu mendengar suara langkah kaki dari belakangnya, "Tunggu!" Nara menghadang arah tujuan Cawu, kedua tanganya terbuka lebar memberi sinyal kalau si anjing kuning tidak boleh pergi, "Aku punya daging."

!!

Cawu, si anjing kuning dengan kecerdasan yang cukup menjalani kehidpan sehari-hari dan meloloskan diri dari mara bahaya tau, ia tau hal yang akan terjadi jika ia tetap tinggal akan sangat menyebalkan. Namun, ia tidak boleh egois.

'Tidak baik mengabaikan seseorang yang sampai menahanku begini.'

Lihat selengkapnya