Hey, Cawu!

Godok
Chapter #12

Tempat Tinggal

"Sa, mampir dulu," tawar Sita saat motor Sari baru saja sampai depan rumahnya.

Waktu sudah menujukan saatnya matahari terbenam. Hari ini kampus menjadi hari yang cukup panjang karena akan mengadakan event. Karena keduanya merupakan anak yang selalu di mintai tolong, alhasil mereka harus mengeluarkan tenaga lebih dari hari-hari biasanya. Dari membuat perencanaan izin pada para dosen, dan hal lainnya.

"Langsung aja, mau langsung rebahan ini. Gak ada tenaga."

"Oh, oke. tunggu sebentar, ya."

Sita masuk kedalam rumah meninggalkan Sari yang masih duduk di atas motor. Si pemilik motor agak kebingungan, bukannya tadi ia bilang ingin segera pulang. Apa dirinya salah bicara.

"Saaa," Sita keluar dari tumah dengan totebag kecil yang terlihat terisi penuh. "Icipin, deh. Terus nanti rating, yaaa. hehe."

"Apa, nih?" Sari mengangkat totebag yang diberikan Sita sejajar dengan wajahnya.

"Tadi pagi tuh aku coba buat rawon gitu. Kirain hari ini bakal pulang cepet, kan. Jadi makan-makan dulu kita. Tapi, yaa, udah mau malam juga."

Sari terkekeh, ia menggantungkan pemberian Sari pada tempat yang tersedia di bawah stang motor.

"Teman, gueee. Udah cantik, pinter, jago masak. Pasti tersinpirasi dari gue yang serba bisa ini, kan."

Lihat, tadi siapa yang bilang sudah tidak ada tenaga. Sari masih bisa membanggakan teman dan dirinya sendiri dengan semangat yang menggebu-gebu.

Karena cahaya mentari yang sudah semakin pudar, Sari memutukan untuk segera pulang. Hanya butuh 30 menit untuk sampai ke tempat kostnya dari rumah Sita. Ia turun dari motor, tak lupa membawa makanan pemberian Sita. Jujur saja, lidah Sari sangat cocok dengan masakan Sita. Kalu di tanya kenapa,

"Sita itu nggak pakai bumbu instan, dia lebih milih blender rempah mentah. Tapi, gak tau kenapa rasanya tuh pas. Nyatuh gitu sama yang dimasak. Pokonya top!"

Sesampainya di kamar kos yang jalan selangkah kompor, selangkah kasur, selangkah kamar mandi. Sari segera merebahkan badannya. Sebenarnya, Riman tidak setuju dengan tempat kost yang Sari pilih, selain sempit tempat ini juga kurang terjamin keamanannya.

Yang satu bilang, "Saya ada kenalan yang punya kos bagus, ada satpamnya juga. Bulanan urusan gampang, biar saya yang bayarin."

Satunya lagi bilang, "Dih, sok banyak uang. Uang mah aku juga punya."

Ya, kalau soal uang, Sari juga punya. Ditambah dengan otaknya yang menjamin, ia mengikuti trend zaman sekarang. Di mana para anak muda lebih suka mengambil pekerjaan remot dari luar negeri. Namun, Sari suka tempat ini. Selain dekat kampus, juga dekat dengan rumahnya Sita.

Lihat selengkapnya