Hey, Cawu!

Godok
Chapter #21

Jahil

"Makasih udah jagain Jia, ya, Cawu."

Di gang samping toko milik ibu Jia, Cawu menikmati hadiahnya dengan sangat lahap. Risaya membuat pie daging khusus untuk anjing yang ia cari resepnya di internet. Hanya dengan melihat bagaimana reaski si anjing kuning, Risaya yakin resep yang ia ikuti 1000% legit.

"Lahap banget Cawuuu," Jia menggelamkan wajhnya di bulu badan si anjing.

"Jia, jangan gitu. Cawu lagi makan, keganggu sama kamu."

Jia melepaskan pelukan pada Cawu, kedua kakinya berjingkrak menghampiri Risaya.

"Maaa, Jia juga mau pi-e."

"Pai, nak. Dibabcanya pai."

"Bu Owner, ada yang mau pesan buat acara sekolah."

Panggil Naya dari dalam. Kedua ibu dan anak itu akhirnya masuk ked alam toko, meninggalkan Cawu yang sedang kencan dengan pie daging buatan Risaya.

‘Pesta daging!’

Toko Risaya terdengar semakin ramai, pengdengaran Cawu dapat memastikan hal itu.

Mendapati pie nya yang sudah habis, Cawu mendorong wadah pie sampai mendekati pintu. Niatnya ia ingin membawa wadah itu masuk, tapi terhalang oleh kayu yang menjadi pembatas pada bagian bawah pintu toko. Sebagian tubuh Cawu masuk ke dalam dapur toko, anjing itu mengigit nagian pinggir pintu lalu merariknya mundur. Memastika pintu tertutup sebelum pergi. Walau tidak tertutup sempurna, Cawu berhasil mengatasinya.

Matahari sudah tidak begitu terik, keempat kaki yang dilapisi bulu berwarna kuning itu mulai kembali berjalan menyusuri kawasan yang baru-baru ini menjadi tempatnya bermain, mendapat teman baru, dan pasokan makan yang cukup banyak.

Minimarket kesayangan sudah terlihat, hanya beberapa meter di depan sana. Baru saja dua kaki depan Cawu memasuki kawasan minimarket, hal tidak menyenangkan menghancurkan harinya yang sudah berjalan dengan sangat baik sejak pagi.

"Wih, si kuning lusuh kemarin."

Cawu mengenali suara ini. Suara wanita yang dengan tidak tau malunya membongkar isi tas bahkan sampaimengambil isi dompet milik Adika dan Jia.

'Anak-anak menyebalkan itu lagi.'

Cawu tidak begitu menghiraukan, ia tidak ingin hari baiknya hancur hanya karena faktor external dari orang-orang yang bahkan ia sendiri tidak kenal. Anjing itu terus berjalan, ia memilih untuk merebahkan diri di spot kesukannya. Berseberangan dengan bangku santai mini market, tempat dekat tong sampah dimana para anak kadang membuang sisa bekal mereka.

Lihat selengkapnya