Hi, Dear Diary

Heretemian
Chapter #7

Chapter VI

15 Agustus 2008–Ian disuruh masuk sekolah lebih cepat sama ibu Ian. Yap, itu hal yang sangat membosankan. Kenapa? Belajar menghitung, membaca, dan lain-lain. Hanya duduk di kursi mengerjakan latihan soal. Ian memutuskan kabur dari kelas dan pergi ke pos satpam. Satpam di sekolahku sangat baik dan bisa diajak kerjasama. Anak kecil berkulit hitam secara diam-diam mengambil rokok dari penjual kaki lima yang sedang tertidur. Lalu mengambil makaroni cikruh kecil yang dijual di banyak warung. 

“Mang, beli ini mang, berapaan mang?” Ian membangunkan penjual tersebut. Penjual itu terengah ketika Ian menepuk kakinya. “2000-an a’,” Ujarnya masih setengah sadar. 

“Ini mang 10 ribu, ga usah kembalian.” Anak itu melempar uang ke atas meja jualannya dan kabur masuk ke dalam sekolahnya. Lelaki berumur 45 itu melongo dengan tatapan kesal. Rasanya ingin mengeroyok anak tersebut. 

Sesampainya di pos satpam dalam, Ian mengeluarkan rokok tersebut dan duduk bersembunyi di balik kursi satpam tersebut. “Ini pak, rokoknya,” Ian memberikan rokok itu ke Pak. Elang. 

Lihat selengkapnya