“Kamu boleh merasa gagal, kamu boleh merasa lelah. Tetapi diri kamu jangan dihukum terus ya. Ingat, selain tanda : masih ada tanda ;”
Itu yang diucapkan Kirana pada Aileen ketika bercakap dalam kamar. Membuat Aileen lebih tenang. Putus sudah harapan Aileen menggantungkan dirinya di atas loteng rumah lamanya. Namun, Danin yang melihat itu bergegas melepas ikatan tali pada lehernya. Kalimat yang dilontarkan Kirana itu seketika membuatnya sadar, bahwa hidup masih bisa dilanjutkan dengan cara yang berbeda. Masih ada harapan untuk Aileen melanjutkan hidupnya.
Aileen menyeka air matanya yang terus mengalir. Menatap lurus ke arah jendela sembari berada di pelukan Kirana. Tangan Kirana mengusap-usap lengan atas Aileen dengan lembut. Kesadaran penuh kembali mengalir pada diri Aileen membawa rasa hangat yang asing, menggantikan dingin yang sempat menguasai tubuhnya.
Ia menoleh ke arah Kirana. Lalu berbisik, “Terimakasih Kir, udah balikin diri aku yang dulu.” Kirana tersenyum tipis. Matanya berkaca-kaca di saat ia berlutut di depan Aileen dan menggenggam tangannya. “Jangan pernah berpikir untuk tetap di diri kamu yang dulu ya Aileen, kita masih bisa lanjutin bareng-bareng,” lanjut Kirana disambut anggukan pelan tapi pasti dari Aileen.
Salam,
Aileen