16 Desember 2016–Nantha, Aisha, dan Kirana duduk di bangku taman sekolah dekat kantin. Plastik jajanan yang mereka beli di kantin sudah berada di genggaman mereka. “Nantha, Mungkin kita udah berusaha buat ngertiin kamu, tapi kamunya aja yang problematik sama kita,” ucap Aisha pelan menahan air matanya. Kirana mengangguk sambil mengelus-elus paha Nantha.
“Hanya karena aku menagih uang ojek pulang yang selama ini kalian pinjam?” Emosi Nantha melonjak.
Nantha memang sempat merayakan hari bahagianya, hari ulang tahunnya, di Mall Kota Kasablanka. Aisha kebetulan ada uang lebih dan memang berniat mentraktir belanjaan punya Nantha. Kirana hanya memberikan kado yang Nantha butuhkan dan inginkan sejak lama. Jadi mereka sama sekali tidak ingin menagih uangnya.
Pulangnya karena mereka tak ada sisa uang lagi karena habis dibelanjakan hadiah untuk Nantha dan tak ada yang bisa menjemput mereka. Alhasil dengan paksaan dan janji mereka ingin dikembalikan, mau tak mau keluar uang juga Nantha.
flashback..
17 November 2016–Hari itu, pulang sekolah tiba. Kami pergi keliling Kota Tua. Lalu makan di sebuah restoran mahal yang ada di Kota Tua. Sebuah kelompok dari kelas lain yang memang sudah lebih dulu nongkrong melihat mereka sinis. Mereka berpikir mengapa kami bisa sedekat itu satu sama lain? Apakah persahabatan kami harus di hasut dulu ya baru hancur?
Rencana untuk menghancurkan persahabatan kami telah terbesit di benak beberapa perempuan itu. senyuman jahat itu terpancar pada wajah mereka. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.