Dari perceraian ini, Aileen tidak ingin memiliki anak. Beberapa alasan itu membuat tekad Aileen sangat kuat. Beberapa teman Aileen di sekolah ataupun kuliah termasuk salah satu teman syarifah-nya, harus mendidik anaknya dengan baik. Jangan sampai ada dosa yang masuk dalam dirinya. Aileen pernah mendengar bahwa dosa itu candu. Maka dirinya terus suci tanpa mudharat yang diberikan.
Haniina Layla Al-Hamid. Teman Aileen semasa SMA yang memiliki nasab langsung ke Rasulullah. Aileen melihatnya sebagai orang yang benar-benar taat pada agama. Tetapi keluarganya masih mengandalkan pemikiran patriarki.
Menurut keluarganya, perempuan dituntut untuk dirumah saja sesuai sunnah Rasulullah. Maka dari itu Haniin depresi dan burnout, ketika harus memaksakan dirinya benar-benar melakukan pekerjaan apapun di rumah. Sementara keluarganya membuat dirinya melihat amukan keluarganya jika tidak bisa apa-apa.