Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #3

Siapa Yang Berdansa Dengan Ayah?

Heri merasa ada seseorang yang berdiri di belakangnya, perasaan ketakutan mulai lagi makin menggelayuti dan mengulik pikiran Heri cepat beranjak bangun dari sopa.

"Kring ... Kring ..." suara dering ponsel.

Heri berbalik, dibarengi suara dering handphone, terkejut Heri dengan suara dering handphone. Tangan kanannya merogoh saku celana berbahan katun warna hitam. Lalu mengambil ponsel yang akan di jawabnya, tetapi ponsel sudah mati saat sepintas terlihat panggilan tidak terjawab dari Tika dilayar ponselnya Heri.

Arwah Nena masih berdiri dibelakang Heri perlahan berbalik, Arwah Nena mundur perlahan hilang menembus tembok. Heri cepat berbalik lagi, sudah berdiri Arwah Nena di hadapannya lagi sontak berteriak ketakutan Heri.

"Aakhhhhh ... Setan ... Setan ..." teriak Heri semakin ketakutan saat Arwah Nena mundur masuk kedalam kamar dan pintunya tertutup sendiri.

Heri terdiam sesaat masih kepikiran teringat dengan mimpinya dan apa yang baru di lihatnya sendiri.

"Gua harap apa yang gua lihat dan yang gua alamai dalam mimpi tadi, tidak akan terjadi," keinginan Heri dengan yang apa yang di alaminya barusan tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya. Terdengar suara musik dansa dari dalam kamar.

Heri beranjak bangun perlahan mendekati kamar dan sesaat berdiri didepan pintu saja tidak berani masuk. Padahal kepalan tangan kanannya berapa kali akan mengetuk pintu tidak jadi.

"Lama-lama kalau terus-terusan begini! Gua makin jengkel! Karena ngak ada kepastian dari Heri maunya apa si!" guman kesal Tika melempar ponsel kesamping bantal.

Lihat selengkapnya