Lagi-lagi Heri tidak lantas masuk kedalam kamar, padahal rasa lapar pada perutnya belum di manjakan makan malam. Terkejut Heri melihat Arwah Nena berjalan, lalu mengendap-endap mengintip dari balik sekat tembok.
Heri dari balik sekat tembok perhatikan Arwah Nena berdiri depan pintu kamar dan menghilang menembus masuk kedalam pintu kamar.
Rasa penasaran Heri pelan-pelan buka pintu kamar, kedua langkah kakinya seakan tidak ingin masuk kedalam karena keadaan kamar yang sepi mencekam dan gelap.
Tapi karena rasa penasaran dan keinginan tahuannya apa yang di rahasiakan Bima dalam kamar, membuat kedua kakinya mantap melangkah masuk kedalam kamar.
Kebenaran malam itu Bima sedang tidak ada didalam kamar, Bima sepertinya ada sedang membeli sesuatu diluar. Heri bingung melihat alat make'up tertata rapi di atas meja rias bercermin, yang padahal Heri tahu sejak Nena tiada semua perlengkapan make'up milik Nena, sudah di simpannya didalam gudang.
Berdiri Arwah Nena dibelakang Heri masih belum sadar, jika Arwah Nena terlihat didalam cermin saat Heri perhatikan alat make'up.
"Kenapa alat make'up Ibu ada disini?" terisak sedih Heri seakan teringat sambil meraih lisptik kesukaan semasa hidupnya Nena.
"Gua ingat betul, jika kemanapun pergi, Ibu selalu pakai lipstik ini," ucap lirih tersenyum Heri seakan teringat akan masa lalu Nena dengan lipstcik kesukaannya itu.
Arwah Nena seakan ikut sedih terlihat dari cermin, Heri belum sadar tidak melihat kearah cermin, bila Arwah Nena meneteskan airmata.
Lalu Heri meletakan lipstik diatas meja rias dan cepat perhatikan cermin sudah tidak ada Arwah Nena. Heri melangkah jalan kearah lemari pintunya terbuka, tergantung gaun putih dalam lemari. Arwah Nena berdiri dibelakang Heri yang semakin sedih teringat akan masa lalu.
"Padahal gaun ini, gua pilihin buat Ibu agar di pakainya saat pesta pernikahan gua nanti. Tapi sayangnya, Ibu udah pergi duluan untuk selamanya," guman sedih Heri teringat Nena.
Dalam ranjang tertutup kelambu terlihat Arwah Nena sedang duduk diatas ranjang, wajahnya menunduk kebawah sontak terkejut Heri melihatnya.
"Heei! Siapa itu?!" tanya Heri seraya membentak mendekati ranjang semakin penasaran. Saat Heri sudah berdiri didepan ranjang tirai kelambu tertutup sendiri, melihat seperti ada seseorang tidur ditutupi dengan selimut putih.