Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #10

Kepastian Heri

Deburan ombak menghempas pasir membawanya kembali turun kelautan, sementara langit akan mulai berganti gelap.

Matahari tidak malu-malu lagi akan segera beranjak pergi dengan perlahan meninggalkan sinar kuning langsatnya menerangi setengah lautan tenang pada sore hari itu.

Kaki kanan Tika kesal menendang pasir buyar pecah, Tika berdiri ditepain pantai saat kedua kakinya terhempas ombak kecil namun Tika tetap berdiri walau sedikit saat dihempas ombak.

Tersirat raut wajah kesal Tika sebentar melirik Heri terduduk tidak jauh dari Tika. Tika menahan amarahnya dengan sikap Heri yang selamanya ini semakin jatuh terlarut dalam kesedihannya, sejak ditinggal pergi Nena untuk selamanya.

Tersirat raut wajah sedih Heri hanya terduduk diatas pasir, pandangan kedua matanya kosong bercampur sedih pandangi lautan yang sebentar lagi tidak akan terlihat, hanya terdengar saja deburan ombak, karena akan terselimuti dengan malam. 

"Sampai kapanpun aku akan setia dan ada untuk kamu, Her. Aku berusaha untuk coba mengerti dengan apa yang kamu alami saat ini, berat rasanya memang untuk melupakan orang yang kita cintai telah pergi untuk selamanya. Seperti halnya aku dan Rico, aku dan Rico awalnya tidak kuat untuk menghadapi kenyatan pahit ditinggalkan dua orang yang aku cintai. Namun aku dan Rico berusaha bangkit untuk menata kembali hidup ini walau tanpa mereka berdua, tapi bukan berarti aku dan Rico melupakan mereka berdua," tatap penuh arti tersirat dari raut wajah Tika meraih tangan Heri sedikit tersenyum mengelus pipi Tika mulai sedih.

"Aku akan segera melamar kamu Tik dan kita akan segera melangsungkan pernikahan," tutur penuh keyakinan Heri beranjak bangun memeluk Tika tersentuh hatinya saat keyakinanya semakin diyakini Heri bila akan segera dilamar dan dinikahi.

Mereka berdua masih berpelukan, melupakan ego mereka berdua dipinggir pantai yang lautan semakin tidak terlihat karena gelap malam.

Yang terlihat hanya taburan jutaan bintang dilangit dan sinar bulan menghiasi semesta dan dua anak manusia yang berjanji akan setia dan saling melengkapi.

Lihat selengkapnya