Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #13

Lagi- lagi Tika Marah

Tika berdiri sembari perhatikan luar butik gaun pengatin tersekat kaca. Hanya menequin membisu bergaun pengantin putih. Dirinya semakin cemas menatikan kedatangan Heri yang belum datang.

"Heri ngak bisa dihubungi. Ponselnya juga ngak aktip!" menggerutu kesal Tika masukan ponsel kedalam tasnya yang berwarna biru tua.

Tika perhatikan Rico sedang digoda dan dirayu pemilik butik gaun pengantin Doly, lelaki kemayu berwajah tampan.

"Rico sini loe!" panggil Tika dengan emosi.

"Coba loe telpon Heri, masa dia ngak datang lagi!" kesel Tika semakin emosi saat Rico mencoba menghubungi Heri, benar saja ponselya tidak bisa dihubungi.

"Ngak aktip," kata Rico prihatin perhatikan Tika terduduk sedih menahan marahnya pada Heri yang tidak datang, padahal mereka berdua sudah sepakat untuk memilih bersama gaun pengantin untuk Tika dan jas pengantin untuk Heri.

"Udah deh loe Kak, jangan terlalu berpikiran macam-macam tentang kenapa Heri ngak jadi datang. Ya, mungkin saja Heri lagi sakit atau ada keperluan lain!" Rico mencoba menasehati menenangkan Tika yang sedang marah.

"Selalu loe nasehatin gua tenang dan sabar! Kalau terus-terusan begini gua ngak bisa sabar tahu!" bentak tegas Tika beranjak bangun kemudian tarik Rico jalan keluar meninggalkan butik gaun pengantin.

"Tik ... Tika mau kemana, loe? Jadi ngak milih gaun pengantinnya?" teriak panggil Doly seraya berusaha menghentikan mengejar Tika dan Rico saat mobil sudah berjalan meninggalkan Doly rada menyesal karena Tika tidak jadi memilih gaun pengantin di butiknya.

"Itu apa yang Mbok Mar bawa? Untuk apa bunga segar itu Mbok?" tanya penasaran Heri melirik Mbok Mar berjalan sembari bawa wadah berisi aneka bunga segar.

Lihat selengkapnya