Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #21

Menginap Dirumah Heri

"Sudah tengah malam begini. Kalian tidur saja disini," kata Heri menarik tangan Tika melirik Rico ragu untuk berjalan, padahal mereka sudah ada diruangan tengah.

Arwah Nena berdiri didepan jendela samping pintu kanan , kelihatan bangat saat dilirik Rico, Arwah Nena berdiri. Terkejut Rico saat dipanggil masuk Tika agar segera masuk.

"Rico!" panggil Tika mengajak masuk Rico kedalam.

"Iiih! Seram bangat!" kata Rico ketakukan berjalan ikuti Tika.

"Lebih baik kamu Tik tidur dikamar aku saja dan Rico bersama aku tidur dikamar Mbok Mar," sambil menguap ngantuk Heri buka pintu kamar tunjukan pada Tika melirik Rico duduk ketakutan disopa ruangan tengah.

"Tidur dikamar belakang dekat dapur? Kamarnya Mbok Mar?! Ngak, ngak mau gua! Lebih baik gua tidur disini saja! Dari pada tidur dikamar belakang!" jawab tegas tidak mau Rico hanya duduk perhatikan ruangan tengah yang penerangannya rada remang. 

"Kak lebih baik kita pulang saja yuk," ajak lagi Rico beranjak bangun menarik tangan Tika semakin bingung perhatikan Rico seperti semakin ketakutan.

"Loe kenapa Ric? Tadi loe yang ngajakin bermalam dulu dirumah Heri, nah sekarang udah sampai dirumah Heri, loe malahan minta pulang!?" kesal menolak Tika ajakan Rico pasrah terduduk disopa lagi.

Heri keluar dari dalam kamar membawa bantal di berikan pada Rico mengambilnya dari tangan Heri duduk disamping Rico melirik pintu kamar sudah tertutup.

"Loe kenapa Ric?" tanya Heri penasaran saat Rico sudah terbaring diatas sopa dengan alas bantal kepala.

"Ngak apa-apa, Her!" jawab singkat Rico, tetapi Heri perhatikan raut wajah Rico yang seperti sedang ketakutan.

"Di dalam kamar itu? Om Bima tidur sendiri, Her?" tanya Rico beranjak bangun duduk disopa sembari tunjuk kearah kamar Bima.

"Iya?" jawab Heri singkat sembari lonjorkan naikan kedua kakinya pada meja.

Lihat selengkapnya