Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #26

Pagi Yang Cerah

Tika menyiapkan sarapan pagi sembari melirik pintu kamar seketika tertutup sendiri, sontak terkejut Tika saat datang Heri sudah memeluknya dari belakang.

"Pagi ini kamu cantik sekali, Tik." puji Heri melepaskan pelukannya dari belakang dan segera duduk dihadapan meja makan sudah tersaji sarapan pagi.

Tika duduk akan bicara masalah dirinya semalam terjebak didalam kamar Mbok Mar.

"Memang Mbok Mar pulang kampungnya masih lama, Her?" tanya Tika sudah duduk berhadapan dengan Heri mengunyah roti bakar. Perhatian Tika masih tertujuh pada kamar Bima sudah tertutup pintunya.

"Aku ngak tahu Mbok Mar pulang kampungnya sampai kapan dan ngak pamitan sama aku juga, Tik" jawab Heri setelah meneguk segelas susu dan kemudian diletakan pada meja.

"Her sepertinya ada yang aneh dirumah ini deh?" tanya Tika pada Heri beranjak bangun.

"Apa yang aneh, Tik? Rumah ini, aku tempati sedari aku kecil. Aku tidak pernah sedikitpun merasakan keanehan kok. Sudahlah, kamu jangan mikiran hal yang macam-mcam deh," bantah Heri melirik pintu kamar Mbok Mar terbuka sedikit.

"Ohh iya Tik. Mungkin aku akan pulang malaman, karena aku banyak kerjaan," tambah Heri mengingatkan Tika ketakutan ikuti langkah Heri berjalan, sekekita pintu kamar terbuka dan tertutup sendiri kencang sekali, Tika cepat mendekati Heri.

"Ayah apakah sudah berangkat ketoko, Her?" tanya Tika melirik jendela kamar Bima terbuka sedikit disamping pintu utama. Ayah sudah berangkat ketoko pagi-pagi," jawab Heri sudah duduk dibelakang kemudi setir mobil berjalan mundur keluar.

Lihat selengkapnya