Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #28

Pertengkaran

Bima sesaat perhatikan ruangan tengah yang sunyi sepi, seakan semua furniture dan perabotan hanya terdiam membisu tidak peduli apa yang sedang terjadi.

Bima melirik ada sesuatu dikolong meja, rasa penasarannya ingin melihatnya ada yang tergeletak dibawah kolong meja ruangan tamu.

Semakin membuat Bima mendekati meja, semakin penasaran apa yang tergeletak dibawah kolong meja, saat Bima akan membungkuk terdengar suara pertengkaran dari dalam kamar Heri.

"Dugaan kamu salah, Her! Dan tuduhan kamu itu tidak beralasan! Bila aku tadi benar sedang dicekam rasa ketakutan! Lalu Ayahmu datang dan memelukku!" bantah tegas Tika menyangkal tudingan Heri, bila Tika tidak ada hubungan dengan Bima.

"Sudahlah kamu akui saja, Tik. Ternyata benar dugaanku, kamu ada hubungan dengan Ayahku?!" tudingan Heri semakin menyayat sedih perasaan Tika sedih berusaha meyakinkan Heri tetap pada tudingan.

Sementara Bima tidak jadi melihat apa yang membuatnya penasaran dibawah kolong meja ruangan tengah. Bima terdiam berdiri didepan pintu, seraya menguping pertengkaran Heri dan Tika terus berkilah menyangkal, bila dirinya tidak serendah dengan tudingan Heri.

Bima terdiam sesaat masih berdiri didepan pintu kamar Heri, tidak terdengar lagi suara pertengkaran Heri dan Tika dari dalam kamar.

Bima berjalan berapa langkah untuk menujuh kekamarnya, langkahnya terhenti saat melirik kearah sopa ruangan tengah.

Perhatian Bima tertujuh pada sesuatu yang membuat Bima mendekatinya, Bima berdiri dibelakang sopa sudah terduduk wanita tua berkebaya dengan rambut konde memutih membelakangi Bima masih bingung bercampur ketakutan.

Semakin penasaran dan semakin rasa keinginan tahuan Bima ingin menepak pundak wanita tua berkebaya sedang duduk disopa.

Lihat selengkapnya