Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #30

Kemarahan Kain Kafan

Tika segera turun dari ranjang, pikirannya cemas takut terjadi sesuatu pada Heri. Tika buka pintu, kemudian cepat keluar namun merasa rasa takutnya masih kuat menggelayuti perasaannya saat melihat kain kafan masih ada dikolong meja ruangan tengah.

"Heri, Heri kamu dimana?" panggil pelan Tika dengan suara masih sengau karena habis menangis.

Tika tidak jadi melanjutkan berjalan mencari Heri, karena kain kafan tiba-tiba seperti berjalan merayap, seperti ada yang menariknya namun tidak tahu siapa yang membuat kain kafan itu bisa bergerak merayap jalan sendiri kearah Tika.

Tika ketakutan menghindar minggir sudah ada didepan kamar tidur Bima, kain kafan cepat menerjang melilit kaki kiri Tika seketika terjatuh.

"Bledug" kening terbentur lantai.

"Auw! Iiih ..." Tika berusaha melepaskan kain kafan dengan sekuat tenaga yang melilit kakinya, namun seperti ada tenaga kuat merasuki kain kafan yang menariknya kuat Tika tertarik dan terlempar berputar-putar diruangan tengah sampai tubuhnya terbentur tembok, sopa dan meja.

"Akhhhhhh ... Tolong ... Her ... Heri ... Tolong ... Akhhh ..." teriak Tika seraya terus berteriak minta tolong pada Heri.

Tika terjatuh cepat akan melepaskan lilitan kain kafan yang melilit kaki kirinya, akan tetapi semakin kuat lilitan kain kafan sampai menariknya kearah kamar tidur Bima yang seketika pintunya terbuka sendiri.

Tika tertarik masuk berusaha kedua tanganya menahan pegangan kusen pintu dengan kedua tangannya agar dirinya tidak masuk kedalam kamar tidur Bima.

Lihat selengkapnya