Arwah Nena berjalan menghampiri Tika cepat beranjak bangun walau menahan sakit dan cepat membuka pintu.
Tika berhasil keluar dari cengkaraman ketakutan Arwah Nena yang berdiri saat pintu sudah tertutup. Arwah Nena berbalik perhatikan ranjang masih tertutup dengan tirai kelambu ranjang, terdengar suara musik dansa saat pemutar piring hitam berputar sendiri.
Tika terjatuh didepan pintu, terkejut sinis Heri menghampiri Tika beranjak bangun akan mendekati Heri acuh sinis akan berjalan ditahan Tika.
"Aku harap kamu jangan menduga yang tidak-tidak, kenapa aku bisa tiba-tiba berada didalam kamar Ayah kamu, Her." ucap Tika berusaha menepis dulu sebelum Heri menuduhnya tidak-tidak.
"Ternyata benar dugaanku, bila kamu tanpa sepengetahuanku, kamu diam-diam masuk kedalam kamar Ayahku dan aku tidak tahu apa yang kamu lakukan dengan Ayahku didalam kamar itu!" tuding Heri hentakan tangan Tika menghadang jalan Heri.
"Tunggu! Aku akan jelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Aku yakin kamu sudah tahu apa yang terjadi dirumah ini dan aku yakin kamu menyembunyikan sesuatu dari aku, Her?!" bantah Tika beralibi membela dirinya.
"Aku mohon Heri dengarkan aku. Aku yakin, kamu tahu apa yang terjadi dirumah ini. Tapi kenapa kamu merahasia'kan dari aku!" mohon Tika pada Heri yang sudah beranjak masuk kedalam kamar dan menutup pintu.
Tika cepat membuka pintu, namun sayangnya pintu dikunci dari dalam.
"Her, Heri buka pintunya! Aku mohon Her ... Dengarkan dulu penjelasan aku ... Aku mohon Heri!" lirih sedih Tika terkulai sedih sambil terus panggil Heri dalam kamar tidak ada jawaban.