Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #34

Hilangnya Mayat Nena

" Tik, Tika kamu jangan pergi!" mohon Heri seperti memelas raut wajahnya pada Tika.

"Aku juga tidak habis pikir dengan pola pikiran kamu Her, kenapa kamu juga jelas-jelas sudah tahu, jika mayat Ibu kamu tersimpan didalam kamar Ayah kamu. Tetapi kamu hanya diam membiarkannya saja! Dan satu lagi Her, aku tidak akan kembali pulang kesini!" tegas Tika beranjak jalan keluar menarik tas koper.

"Ohh iya Her, dugaan kamu terhadap aku salah. Aku masih mencintai kamu, tidak seperti dugaan kamu itu aku ada hubungan dengan Ayah kamu!" kilah Tika semakin tegas dan yakin beranjak jalan keluar dari halaman rumah menarik tas koper ditengah larut gelapnya malam.

Heri hanya berdiri tidak bisa menahan langkah Tika penuh kemarahan yang sedang mengelayuti perasaannya malam itu.

"Arwah Mbok Mar? Bukankah Mbok Mar pulang kampung kata Ayah?" guman terduduk Heri disopa ruangan tengah seorang diri.

Panik Bima menyingkap tirai kelambu ranjang sudah tidak ada lagi mayat Nena, bantal guling dan bantal kepala diambil dan dibuangnya kelantai karena saking kesalnya Bima.

"Nen? Nena dimana kamu ...!" teriak kesal Bima menendang bantal bergeser kearah lemari pintu sudah terbuka. Bima cepat mendekati lemari, pakaian yang berserakan dilantai terinjak kaki Bima serasa tidak peduli.

Kesal Bima seperti mencari sesuatu yang tidak ditemukan dalam lemari, meradang bertambah emosi Bima menarik pintu lemari sehinggah lepas dari engselnya.

"Brug" emakin emosinya memuncak Bima memukul pintu lemari semakin bertamah penyok masih tergantung setengah pada engsel lemarinya.

"Pasti, pasti ada yang mencuri mayat Nena?! Tapi, tapi siapa yang mencuri mayat Nena?!" teriak marah lagi Bima semakin tidak terkontrol kemarahannya saat melihat tave piringan hitam berantakan hancur rusak.

"Akhhh ...!" bertambah marah semakin meradang Bima mengambil plat piringan hitam sudah retak yang kemudian di lemparnya kearah cermin yang seketika pecah.

"Prang" cermin pecah.

Lihat selengkapnya