Bima berjalan kearah ranjang, terkejut Bima tersenyum cepat naik keatas ranjang. Kamu sudah kembali, Nen?" ucap Bima yang berpikir bila mayat Nena sudah kembali dan sudah terbaring lagi diatas ranjang.
"Jangan pergi dan tinggalkan aku lagi, Nena." ujar Bima perlahan singkap selimut putih, sontak terkejut Bima saat melihat mayat Mbok Mar dan bukannya mayat Nena.
Bima mundur dari ranjang terjatuh, Bima beranjak bangun menahan sakit pada pinggangnya.
"Tidak, tidak mungkin itu Mbok Mar!" tidak percaya Bima cepat keluar dari dalam kamar dibarengi Arwah Mbok Mar bangun dengan menengok kearah Bima berlari keluar.
Rico sedih prihatin rada sedih melihat Tika hanya duduk termenung diteras beranda depan rumahnya, yang cukup terlihat asri hamparan halaman rumah banyak ditumbuhi tanaman hijau berbunga.
Jika dilihat dari rumah peninggalan ayah dan ibunya, tampak rumah sederhana masih terlihat kokoh dengan warna cat hijau tua dikombinasi dengan warna kusen berwarna coklat tua.