Hidup Dengan Mayat ~Novel~

Herman Siem
Chapter #40

Selamat Jalan

"Rico, cepat bantu gua!" teriak Tika pada Rico rada bingung saat Tika masuk kedalam kamar.

"Jadi loe?" tanya Rico penasaran saat tangan Tika menarik keluar mayat Nena dari kolong ranjang.

"Cepat loe jangan banyak tanya aja deh. Bantuin gua bawa mayat ini" bentak Tika pada Rico masih rada takut melihat seramnya wajah mayat Nena yang sudah terbungkus kain kafan.

Sementara Arwah Nena akan mendekati Heri masih sedih memeluk Bima yang telah tiada.

"Tunggu!" terdengar suara Tika melarang Arwah Nena melirik Tika dan Rico meletakan mayat Nena disamping mayat Bima.

"Aku harap Arwah Tante Nena tidak lagi menjadi penasaran setelah nanti mayat ini akan kami kuburkan dengan layak," tegas Tika melirik Heri memeluk mayat Nena dan Bima, seraya Heri tidak mau kehilangan mereka berdua.

Arwah Nena berjalan kearah pintu utama, langkahnya terhenti saat Heri memanggilnya.

"Bu kembalilah dengan tenang, walau aku tidak ikhlas dan tidak rela dengan kepergian Ayah dan Ibu. Aku akan sayang pada kalian berdua. Selamat jalan Ibu dan Ayah," lirih sedih Heri dipeluk Tika saat Arwah Nena hilang ditelan gelap, sepertinya Arwah Nena kini bisa tenang karena sudah dijamin, bila mayatnya akan segera di kuburkan dengan layak. 

Lihat selengkapnya