His Obsessions, Her Home

Ang.Rose
Chapter #2

Friends?

Yesa duduk di restoran TS Hotel sejak 15 menit yang lalu, Devan sudah memberitahu bahwa Yuna sudah datang setelah mereka, namun perempuan itu tak kunjung turun dan masih berada di dalam mobilnya.

Sambil menunggu Yesa kembali melihat laporan YNK yang hancur berantakan, setidaknya ketika sebuah perusahaan itu mengalami penurunan, tidak akan sebanyak ini dalam kurun waktu 2 tahun, bahkan ini melebihi pasar retail terbesar ketika Covid-19 melanda dunia.

300% bukan angka yang masuk akal. Yesa menyadari adanya sebuah kecurangan disini, semua yang dia baca tak masuk akal. Untungnya temannya ini bersedia membantu, mereka membuat pertemuan omong kosong ini.

“Silakan duduk,” suara itu mengalihkan perhatian Yesa.

Dia melihat perempuan manis itu duduk, namun penampilan Yuna kini benar-benar jauh berbeda dari yang dia kenal. Yuna memakai kemeja satin berwarna ivory menutupi belikat dan setengah lehernya, dipadukan dengan blazer berwarna muted mauve (ungu muda) yang terlihat begitu kelam di bawah cahaya lampu putih dari restoran.

Wajahnya yang dulu memiliki sedikit pipi yang empuk untuk di cubit, kini wajahnya terlihat tirus, tanpa perlu contour atau bronzer wajahnya memang sudah kehilangan banyak daging. Matanya terlihat sayu dan kantung matanya pun sudah tidak bisa ditutupi dengan concealer.

Lihat selengkapnya